![]() ![]() |
| Foto : Khaini, |
ACEH UTARA – Sikap Arogan yang dipertunjukkan oleh Hasnawiah, S.Pd., mendapat kecaman dari organisasi Pers FKWMOL (Forum Komunikasi Wartawan dan Media Online) Aceh dan meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara untuk menindak.
“Kita sangat mengecam prilaku yang ditunjukkan oleh Hasnawiah. Kita menilai itu sikap demikian bukanlah perilaku yang baik apalagi ini dilakukan oleh seorang pendidik,” ujar Razali. Ketua FKWMOL via telepon genggam. Rabu (24/08/2016).
“Apa yang kepala sekolah SDN 12 Samudera Aceh Utara, lakukan termasuk menghalangi tugas pers. Dia seharusnya menjelaskan dan menjawab bukan menunjukkan sikap arogansi,” tambahnya.
Razali meminta agar Kadispora Aceh Utara mengambil tindakan terhadap sikap bawahannya. “Sikap seperti itu harus diberi teguran keras agar tidak terulang lagi,” pungkas Ketua FKWMOL ini.
Sebagaiman pemberitaan salah satu media Lokal sebelumnya, Sekolah Dasar Negeri 12 Samudera Aceh Utara dibawah pimpinan Hasnawiah membeli perangkat komputer seharga 800 rupiah. Kepala sekolah ini langsung arogan ketika ditanya perihal penggunaan dana BOS yang diberikan oleh negara terlihat aneh.
Dana BOS yang diberikan negara untuk SD Negeri 12 Samudera Kabupaten Aceh Utara, pertriwulan mencapai Rp. 65,200,000.
Dalam rekapitulasi per Komponen SD Negeri 12 Samudera, item no 9 tentang komponen pembelian perangkat komputer ada pengeluaran sebesar 800 rupiah. Tidak jelas perangkat komputer apa yang dibeli.
Ketika Wartawan salah Satu Media Lokal Aceh, media online ATJEH.NET, mempertanyakan keanehan itu, wajah Hasnawiaj langsung memerah dan suara mulai meninggi. “Data darimana kamu itu? Sini saya lihat,” bentak hasnawiah ini.
“Kalau perihal dana BOS tanya sama inspektorat. Kita selalu diperiksa dan tidak ada temuan dari inspektorat,” ketusnya.
Sekolah ini tidak memiliki buku tamu, itu terbuka saat Wartawan media Lokal ATJEH.NET, meminta untuk mengisi buku tamu. “Kita tidak ada buku tamu,” pungkasnya.
Selain itu, ada juga keanehan lain dimana tercatat dalam komponen pengembangan profesi guru ada keanehan dimana anggaran untuk itu sebesar Rp. 652. (Khaini/Yanto)














