Peristiwa

Tragedi di SPBU 5469206 Camplong, Masyarakat Minta Pertamina Evaluasi Kembali Memberlakukan Barcode

×

Tragedi di SPBU 5469206 Camplong, Masyarakat Minta Pertamina Evaluasi Kembali Memberlakukan Barcode

Sebarkan artikel ini

foto : ilustrasi 

Sampang, radar x net – Tragedi yang mengenaskan menimpa salah satu petugas SPBU 5469206 Camplong Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, menjadi pusat perhatian masyarakat setempat. Rabu, 22/10/2025

Berdasarkan penelusuran media ini, tragedi pada 20/10/2025 dini hari itu, hampir merenggut nyawa salah satu petugas SPBU tersebut berinisial H (29), yang diduga lantaran cekcok dengan pengendara roda empat saat hendak mengisi BBM di tempat korban bekerja.

Usut punya usut, kejadian yang mengenaskan tersebut diduga diakibatkan masalah barcode yang dimiliki oleh salah satu pengendara untuk pengisi BBM di SPBU tersebut  tidak terkoneksi pada sistem pengisian, yang dilakukan oleh petugas SPBU kemudian terjadi adu mulut antara pengendara dan petugas SPBU, sehingga terjadilah insiden yang mengenaskan.

Dari kejadian tersebut, masyarakat meminta kepada pihak pertamina dan pemerintah untuk melakukan evaluasi dengan diberlakukannya sistem penggunaan barcode untuk pengisian BBM

Waisul (32) salah satu sopir asal Desa Sogiyan Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Jawa Timur, meminta kepada pihak pertamina dan pemerintah untuk melakukan evaluasi kembali terkait diberlakukannya pengisian BBM sistem barcode.

“Dari kejadian yang hampir merenggut nyawa salah satu petugas SPBU 5469206 Camplong, maka sudah saatnya pihak pertamina dan pemerintah mengkaji ulang terkait diberlakukannya sistem barcode saat melakukan pengisian BBM,” ucapnya kepada media radar x.net

“Apa sich fungsinya, kalau saat kita akan melakukan pengisian BBM di SPBU kok harus melalui barcode terlebih dahulu,” lanjutnya

Dikatakannya, dirinya juga heran dengan diberlakukannya barcode saat akan melakukan pengisian BBM di SPBU.

Bahkan menurutnya, dirinya pernah dikecewakan dengan sistem barcode tersebut, karena meski dirinya punya barcode namun jatah BBM untuk nopol mobil miliknya telah di manfaatkan orang lain, sehingga dirinya tidak diperbolehkan oleh petugas SPBU untuk melakukan pengisian BBM, dengan alasan jatah untuk mobil miliknya terlah habis.

“Saya pernah ditolak oleh petugas SPBU saat akan melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU, dengan alasan jatah BBM untuk mobil saya telah habis terpakai, padahal saya masih belum melakukan pengisian BBM pada saat itu,” cetusnya

Dari kejadian yang menimpa salah satu petugas SPBU 5469206 Camplong, yang hampir merenggut nyawa, maka masyarakat berharap kepada pertamina dan pemerintah untuk mengevaluasi ulang atas diberlakukannya barcode untuk pengisian BBM di SPBU

(Korwil Madura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page