BATU BARA, RADAR-X.net – Pengerjaan jalan Hotmix depan Kantor Camat menuju Puskesmas Tanjung tiram yang terletak di
Jl. Pendidikan Dusun XII Desa Sukamaju sudah kupak kapik diduga dikerjakan asal jadi
Pasalnya bangunan hotmix yang dikerjakan CV. Asia Niaga, dengan Konsultan CV. Nadhiva Consultant senilai 492.082.000:- Bersumber dari APBD.2021, dengan nomor kontrak 1825676/PK/PPK/SP/DPUPR-BB/2021, sudah rusak.
Hal itu menimbulkan kekecewaan bagi warga sekitar Dusun XII dan pengguna jalan.
Menurut (HN) warga sekitar sejak mulai pengerjaan Base Course sudah terlihat tidak betul, ketebalan hanya sekitar 5 cm dan menggunakan batu pecah.
Kemudian setelah dilakukan pengerjaan hotmix, disusun batu batu pecah bekas bangunan lama diletakan di pinggir badan jalan untuk penahan hotmix, selain itu hotmix yang digunakan pun diduga kurang panas terlihat gumpalan-gumpalan hotmix yang mengeras di pinggir jalan. “ungkapnya
“Tak hanya itu hotmix yang dibuat pun tipis ketebalan hanya berkisar 3 cm, diduga itu yang menyebabkan bangunan terkelupas dan tidak bertahan. “Terang (HN)
Selanjutnya awak media bersama warga sekitar melakukan pengukuran ketebalan Base Course dan Hotmix.
Selain persoalan fisik bangunan beberapa warga lainnya juga mengungkapkan kekecewaan dan kesedihan nya, Bahwa dalam masa pengerjaan proyek berlangsung salah seorang pemilik warung jajanan mengatakan, Sampai saat ini utang minum dan rokok mereka belum dibayar, padahal itu yang saya putarkan untuk belanja lagi,”Tega dia bang padahal dari modal yang kecil itu saya memberi makan dan menyekolahkan anak yatim yang ada di rumah ini,” Sebutnya kepada awak media dengan deraian air mata.
Terpisah, Warga lainnya juga menyampaikan kekecewaan nya, Sampai saat ini upah saya belum dibayarkan bang.” Sebelumnya salah seorang pengawas menyuruh saya untuk memindahkan tumpukan tanah, katanya akan di bagi upah namun sampai saat ini orangnya tak kunjung datang.” Ungkapnya sedih
Tak hanya sebatas itu seorang warga yang mengaku disuruh menjaga malam alat berat pun menyampaikan keluhan nya,” Sampai sekarang gaji kami belum dibayar bang padahal upah itu sangat diharapkan, “Keluhnya.(Ham)














