KEPRI, radar-x.net – Keluhan Warga Kampung Belak, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan tentang jembatan penyebrangan yang menghubungkan jalan utama (lintas barat) ke desa mereka sampai saat ini belum juga mendapat tanggapan dari pemerintah ataupun aparatur desa setempat.
Sebagaimana penuturan beberapa warga yang ditemui wartawan radar-x.net pada Selasa (09/08-2017) lalu dirumah saudara M. Ayub yang merupakan ketua RW dikampung tersebut.
“Mereka sudah sering kali mengutarakan keluhan tentang jembatan tersebut, bahkan hal itu sudah mereka lakukan sejak tahun 2005, termasuk mengangkat permasalah itu ke Musrembang tingkat desa maupun kecamatan, namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan.
Menurut warga, jembatan tersebut merupakan fasilitas vital didaerah sekitar Kampung Belak, karena banyak anak-anak sekolah yang harus melalui jembatan tersebut untuk sampai ke seklolah, bahkan kesulitan bahan-bahan pokok atau sembako pun mereka rasakan.
“Harga bahan pokok atau sembako disini lebih mahal dari daerah lain, karena kendaraan pengangkut sembako banyak yang kesulitan melalui jembatan tersebut,” kata Saharum, warga Kampung Belak tersebut.
Dijelaskannya, Bahkan sebuah truk dan kendaraan alat berat (bulldozer) pernah terperosok kedalam sungai saat melalui jembatan tersebut, dan saat air laut pasang atau hujan maka jembatan tersebut tidak bisa dilalui, dikarenakan air yang tergenang hingga menutupi jembatan tersebut.
“Pada tahun 2012 pemerintah setempat pernah menjanjikan pembangunan jembatan, akan tetapi rencana itu tidak terealisasi dengan alasan dana pembangunan jembatan telah dialihkan untuk membantu korban bencana alam dipulau Jawa.” jelas Razali, selaku Ketua Pemuda didesa tersebut.
Disamping itu, Godans P. Daulay selaku anggota BPD Desa Penaga mengatakan, untuk memperbaiki jembatan masyarakat Kampung Belak melakukan swadaya masyarakat atau bergotong royong.
Ditempat yang sama Ketua LSM KPK Nusantara DPD Kepri saudara Nurhidayat, menyampaikan bahwa, LSM KPK Nusantara DPD Kepri akan coba menjembatani keinginan warga agar pembuatan jembatan dikampung mereka dapat terealisasi.
“Seharusnya pemerintah mendengarkan keluhan warga karena masalah ini sudah begitu lama, dan menyayangkan kurangnya perhatian untuk kampung atau desa-desa yang masih terisolasi di Kabupaten Bintan ini.” Terang Nurhidayat.
Ia meminta, pemerintah agar lebih peduli, dan adanya transparasi anggaran pedesaan, agar pemerataan pembangunan lebih terjaga, dan berharap agar masalah seperti ini tidak terjadi lagi.
“Seharusnya pemerintah mendengarkan keluhan dan aspirasi warga, karena mereka semua adalah warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pemerintah.” Harap Nurhidayat, yang diamini oleh warga Kampung Belak. (Nurhasyim)















