Tradisi “Tumpeng Nggelar Songo dan 999 Takir Jenang Suro” Di Desa Glagah

- Penulis Berita

Minggu, 1 Oktober 2017 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi "Tumpeng Nggelar Songo dan 999 Takir Jenang Suro" Di Desa Glagah
Suasana di acara Tumpeng Nggelar Songo di Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi. 



BANYUWANGI, radar-x.net – Ritual selamatan desa yang merupakan tradisi selamatan warga Osing Desa/Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur lebih dikenal dengan “Tumpeng Nggelar Songo” dan 999 “Takir Jenang Suro” dilaksanakan pada Minggu (01/10/2017). Selamatan ini sendiri merupakan ungkapan wujud syukur kepada Sang Maha Pencipta atas anugerah dan keberkahan yang selama ini diterima dengan cara swadaya.

Tradisi yang secara rutin digelar setiap tahun sekali ini dilaksanakan di Balai Desa Glagah, Minggu  (01/10/2017) berbarengan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Ratusan warga Desa Glagah dan sekitarnya tampak hadir menyaksikan tradisi warga Osing tersebut. Bahkan Camat Glagah, H. Astorik, S.Sos, perwakilan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Banyuwangi, perwakilan Polsek Glagah, Koramil Glagah, PARFI Banyuwangi dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara serta ratusan warga sekitar Kecamatan Glagah tampak mangayubagyo.

Teguh Eko Rahadi, SAB selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa acara ini digelar sebagai perwujudan rasa syukur Masyarakat Desa Glagah kepada Allah SWT, sekaligus sebagai wadah untuk edukasi, khususnya generasi muda Desa Glagah agar tidak melupakan tradisi ritual adat yang mengandung makna spiritual yang sudah ada sejak jaman nenek moyang.

“Acara selamatan ini merupakan tradisi yang sebenarnya sudah ada semenjak dahulu. Tujuan digelarnya acara ini selain sebagai wujud rasa syukur Masyarakat Desa Glagah, juga sebagai edukasi khususnya generasi muda Desa Glagah agar jangan sampai melupakan jati diri adat istiadat Bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi semangat gotong royong,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Glagah ini.

Lebih lanjut pria yang juga ketua PARFI Banyuwangi mengatakan, bahwa acara sengaja diberi tema “Nggelar Tumpeng Songo” mengandung makna jumlah nasi  tumpeng “perucut” sebanyak sembilan dan berbentuk mengerucut adalah wujud dari 9 sumber hawa nafsu yang harus selalu tunduk kepada Sang Maha Segala. Jadi, lanjutnya lagi, selain wujud rasa syukur atas semua nikmat yang telah diterima, juga menjadi ajang pengingat agar kita selalu bisa mengendalikan hawa nafsu dan selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa.

“Nggelar Tumpeng Songo”, berarti mensyukuri dan meniatkan semua hanya karena Allah SWT. Kedepannya saya berharap kepada generasi muda bisa melestarikan adat istiadat ini supaya bisa diwariskan ke anak cucu dan menjadi pengingat jati diri masyarakat Banyuwangi,” jelas Teguh Eko Rahadi.

Baca Juga:  Dukung Gerakan Penghijauan, Kapolsek Purwosari Ikut Aksi Menanam Pohon

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas melalui Camat Glagah, Astorik, berharap kedepannya acara selamatan desa ini bisa diangkat ke dalam Banyuwangi Festival dengan tujuan melestarikan kearifan lokal Banyuwangi sekaligus mengenalkan tradisi dan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Tradisi selamatan ‘Nggelar Tumpeng Songo dan Takir Jenang Suro’ ini akan kami usulkan ke Dinas Pariwisata supaya dijadikan agenda tahunan dan menjadi warisan untuk generasi kita serta menjadi salah satu  bukti kearifan khasanah adat budaya NKRI,” tutur Astorik.

Hal Senada, disampaikan oleh ketua BPD dan Kades Glagah, HM. Hairihi berharap tradisi di wilayahnya tersebut bisa menjadi perekat kembali tali silaturahmi untuk menuju Desa Glagah yang mandiri, bermartabat dan lebih baik.

“Ritual adat ini rutin dilaksanakan setahun sekali, sebagai ungkapan syukur agar diberikan keselamatan dan hasil bumi yang melimpah di Desa Glagah. Saya berharap acara ini bisa menjadi perekat tali silaturahmi untuk menuju Desa Glagah yang lebih baik.” jelasnya. (Dafid Firmansyah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Terkait Isu Tak Sedap, KETUA PGRI Banyuwangi Angkat Bicara
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru