Keajaiban Muncul Ketika Warga Menggelar Festifal Kebo-keboan

- Penulis Berita

Minggu, 1 Oktober 2017 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keajaiban Muncul Ketika Warga Menggelar Festifal Kebo-keboan
Suasana acara Kebo-keboan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. 



BANYUWANG, radar-x.net – Acara ritual Kebo-keboan yang berlangsung di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (01/10/2017) dibanjiri warga. Sebelumnya ritual serupa juga diadakan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Selain ribuan warga, acara ini juga dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas serta undangan lain. Ritual tahunan ini selain merupakan acara bersih desa juga ungkapan rasa syukur Masyarakat Desa Alasmalang atas karunia dari Allah SWT, atas berhasilnya panen serta melimpahnya hasil pertanian. Kendati di sela-sela acara diwarnai hujan, namun ribuan warga tetap antusias mengikuti rangkaian acara yang disajikan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya acara ini juga diwarnai dengan manusia yang kesurupan menjadi kerbau. Kemeriahan acara bisa dilihat dari jalan menuju tempat acara hingga penuh dipadati penonton yang ingin menonton acara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan awak media radar-x, acara dibuka dengan tarian-tarian Banyuwangi, santunan yatim piatu, pemukulan gong oleh Bupati Anas yang dilanjutkan dengan tasyakuran dan kirap ider bumi bersama “kebo” Alasmalang.

Baca Juga:  Demi Meningkatnya Hasil Tanaman Pangan Petani Di Agara, Ditjen Pertanian Gelar Bimtek

Namun sebelumnya, pawang kerbau memberikan tapung tawar agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada si kerbau jadi-jadian itu. Puluhan manusia kerbau diarak keliling kampung. Layaknya kerbau, mereka berlari dikendalikan seorang petani.
Bau kemenyan dan bunga merebak.

Sebelum keliling kampung, seluruh manusia kerbau dikumpulkan dan diberi ritual khusus (seluruh “kerbau” dimandikan di sumber air tak jauh dari desa setempat.  Biasanya, usai dimandikan mereka itu akan tidak sadarkan diri karena kemasukan makhluk gaib penunggu desa).

Puluhan kerbau jadi-jadian berjalan bergerombol, Jalan yang dilalui arak-arakan sengaja dibanjiri air. Tujuannya, kerbau yang lewat bisa berkubang. Polah tingkah mereka pun berubah layaknya kerbau. Menyeruduk siapa saja yang ada di depannya. Penonton pun berlarian menghindari serudukan “kerbau”. Penonton yang tertangkap harus rela dilumuri arang hitam yang ada di sekujur tubuh “kerbau”. Dalam kondisi tak sadar, mereka diarak diiringi gamelan angklung.

Ritual kebo-keboan ini digelar setahun sekali pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa). Bulan ini diyakini memiliki kekuatan magis. Konon, ritual ini muncul sejak abad ke-18. Di Banyuwangi, kebo-keboan dilestarikan di dua tempat yakni di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.

Baca Juga:  Jalan Nasional Pantura Sampang Di Tanami Pohon Pisang

Munculnya ritual kebo-keboan di Alasmalang berawal terjadinya musibah pagebluk (epidemi-red). Kala itu, seluruh warga diserang penyakit. Hama juga menyerang tanaman. Banyak warga kelaparan dan mati akibat penyakit misterius.
Dalam kondisi genting itu, sesepuh desa yang bernama Mbah Karti melakukan meditasi di bukit.

Selama meditasi, tokoh yang disegani ini mendapatkan wangsit. Isinya, warga disuruh menggelar ritual kebo-keboan dan mengagungkan Dewi Sri atau yang dipercainya sebagai simbol kemakmuran.

Keajaiban muncul ketika warga menggelar ritual kebo-keboan. Warga yang sakit mendadak sembuh. Hama yang menyerang tanaman padi sirna. Sejak itu, ritual kebo-keboan dilestarikan. Mereka takut terkena musibah jika tidak melaksanakannya.

Ritual yang meminta berkah keselamatan sebelum memulai musim tanam padi itu dimulai berbagai persiapan seperti memasang pintu gerbang terbuat dari hasil bumi, hingga menanam segala jenis pohon di tengah jalan. Tanaman inilah yang akan dilewati kerbau jadi-jadian. Pohon ditanam di sepanjang jalan menuju empat arah mata angin yang mengelilingi desa.

Bermacam tanaman hasil bumi menghiasai di tiap jalan kampung,  sebagai simbol ungkapan syukur kepada penguasa alam untuk mendapat kesan suasana persawahan, jalan desa pun dialiri air yang berasal dari sungai setempat. Tumpeng sebagai simbol waktu perputaran kehidupan manusia yang disajikan dinikmati bersama-sama.
Warga menyambut ritual ini mirip perayaan hari raya.

Baca Juga:  P2KD Bumi Anyar Diduga Tidak Transparan Dalam Pendaftaran Pilkades

Hari pelaksanaan upacara dihitung menggunakan kalender Jawa kuno. Biasanya kepastian itu diputuskan para sesepuh adat. Pada hari pelaksanaan, seluruh warga membuat tumpeng ayam. Sesajen ini dimasak secara tradisional khas suku Using, yakni pecel ayam, daging ayam dibakar dan dicampur urap kelapa muda. (Dafid/Team)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PJ Bupati Hermon Membuka MTQ Ke-X Tingkat Kabupaten di Kecamatan Permata Intan
Tahun Baru Islam Ribuan Peserta Ramaikan Pawai Akbar di Murung Raya
Pj. Bupati Mura Resmikan Kegiatan Peluncuran Pekan Imunisasi Nasional 2024
Pj Bupati Hermon Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Praja Wibawa 2024
Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan Rabat Beton Desa Dukuh Di Apresiasi Warga
“Indramayu Bergerak: LSM KPK Gempur Korupsi, Perjuangkan Keadilan Tanpa Tanding!”
Baksos Bhayangkara Adventure Off Road Polres Bondowoso di Ikuti Ratusan Off Roader se Jawa – Bali
DPRD Imanudin Mengapresiasi Disdikbud Murung Raya Memperhatikan Sapras Pendidikan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 19:59 WIB

PJ Bupati Hermon Membuka MTQ Ke-X Tingkat Kabupaten di Kecamatan Permata Intan

Selasa, 23 Juli 2024 - 03:14 WIB

Tahun Baru Islam Ribuan Peserta Ramaikan Pawai Akbar di Murung Raya

Selasa, 23 Juli 2024 - 01:51 WIB

Pj Bupati Hermon Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Praja Wibawa 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 11:34 WIB

Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan Rabat Beton Desa Dukuh Di Apresiasi Warga

Minggu, 21 Juli 2024 - 16:23 WIB

“Indramayu Bergerak: LSM KPK Gempur Korupsi, Perjuangkan Keadilan Tanpa Tanding!”

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:41 WIB

Baksos Bhayangkara Adventure Off Road Polres Bondowoso di Ikuti Ratusan Off Roader se Jawa – Bali

Minggu, 21 Juli 2024 - 00:32 WIB

DPRD Imanudin Mengapresiasi Disdikbud Murung Raya Memperhatikan Sapras Pendidikan

Sabtu, 20 Juli 2024 - 18:55 WIB

Workshop Peningkatan Inovasi Dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KATA KREATIF) Indonesia Di Kota Yogyakarta

Berita Terbaru