BONDOWOSO, radar-x.net – Dalam rangka mengantisipasi kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Corona(Covid-19) di Wilayah Kecamatan Maesan, Tim kesehatan Puskesmas Maesan bersama Muspika melakukan kegiatan Pemeriksaan kesehatan terhadap pemulangan Santriwan dan Santiwati di Ponpes Darul Istiqomah Desa Pakuniran Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berlangsung selama 2 (dua) hari, yang meliputi untuk pemeriksaan Santriwan sebanyak 121 pada Selasa 14 April 2020 pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan Pemeriksaan 200 Santriwati pada Rabu 15 April 2020 pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Pengecekan kali ini dipimpin langsung oleh dr Yudia Candrawati selaku Ketua kepala Puskesmas Maesan bersama Anggota Polsek dan Anggota Koramil 0822/07 Maesan. Bahkan setelah pelaksanaan pengecekan kesehatan oleh Tim Kesehatan Puskesmas Maesan, para Santriwan dan Santriwati, selanjutnya di isolasi mandiri oleh Pihak Ponpes sebelum dijemput dan diberangkatkan ke orang tua masing-masing.


Dalam kegiatan tersebut dr. Yudia menyampaikan, bahwa sebelum para Santriwan dan Santriwati dari Ponpes Darul Istiqomah ini kembali ke rumah masing-masing, maka Tim Kesehatan Puskesmas Maesan bersama muspika melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa pemulangan santri dalam kondisi sehat.
“Apabila ada keluhan disaat sampai dirumah masing-masing, maka orang tua santriwan/wati wajib melaporkan diri ke Petugas kesehatan terdekat untuk diadakan pemeriksaan dini oleh tim kesehatan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Oki Gunawan selaku Koordinator Tim Puskesmas Maesan mengatakan, bahwa kegitan Screning atau pemeriksaan ini memang merupakan PROTAP yang harus dijalankan untuk Ponpes yang akan memulangkan Santrinya ke daerah asal.


Dijelaskannya, bahwa Kegiatan ini sangat didukung oleh tim gugus tugas Covid-19 Maesan, karena memang pentingnya dilakukan sebagai syarat para santri mendapatkan Surat Keterangan Sehat sebagai bekal nantinya pada saat tiba di daerah masing-masing. Karena kebanyakan daerah yang dituju merupakan daerah zona merah kasus Covid-19.
Selain itu, tambah Oki. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan sebagai upaya pelacakan dini atau tracking/SE terhadap Penyebaran Covid-19.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, Baik dari Aparat Hukum, Koramil dan Polsek Maesan Maupun dari petugas wilayah yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Begitu pula timbal balik dan dukungan dari Pengurus PONPES Darul Istiqomah yang cukup hangat menerima kehadiran tim pemeriksa dan tim Gugus Covid 19,” terangnya.


“Semoga kegiatan ini tidak hanya ada pada saat adanya Pandemi Covid-19, namun diluar itu, harapannya bisa terus dilaksanakan. Dari 307 Santri maupun Pengajar Pondok yang dilakukan pemeriksaan dan Screning. Alhamdulillah hasilnya SEHAT semua, dan dapat diperbolehkan kembali ke wilayah atau daerah masing-masing dengan syarat tetap menjalankan proses isolasi Mandiri selama 14 hari setibanya di daerah tujuan, dan Physycal Distancing sesuai PROTAP yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,” ungkap Oki menutup wawancaranya. (Ab/Red)














