INDRAMAYU, RADAR-X.net – Pelaksanaan Jalan Rabat beton Desa Salam Darma yang terletak di wilayah Kecamatan Anjatan Provinsi Jawa Barat, diduga terjadi penyimpangan Volume.
Pasalnya, saat proyek tersebut dikerjakan hingga malam hari tanpa dilengkapi dengan penerangan yang memadai. Senin (07/08/2023)
Terpantau Radar-X.net, Proyek jalan desa tersebut bersumber anggaran Dana Desa Salam Darma tahun 2023. Sayangnya dalam pelaksanaan tidak terpasang papan informasi sehingga nilai anggarannya tidak diketahui.
Papan nama proyek adalah sebuah papan yang berisikan peringatan atau pemberitahuan yang berfungsi untuk memberitahukan kepada masyarakat yang melintas, jika di daerah atau lokasi tersebut sedang berlangsung sebuah proyek.
Mendalami hal tersebut, Agus Seha selaku aktifis LSM KPK Nusantara Cabang Indramayu berpendapat, bahwa pembangunan rabat beton itu dikerjakan tanpa ada penerangan yang memadai, jelas akan terkesan asal-asalan, sehingga berpotensi asal jadi.
“Terlihat kejanggalan adanya pengurangan pada volume nampak dari sepatu pekerja yang sedang menggosok beton tidak begitu dalam. Biasanya ketinggian untuk jalan beton desa dengan ketinggian 15 cm,” ujar Agus.
“Adanya kejanggalan tersebut dirinya mengaku sudah mencoba konfirmasi kepada Camat Anjatan, sayangnya hingga kini belum ada tanggapan apapun. Padahal menurutnya Peran camat adalah membina pengelolaan keuangan Desa, baik selaku SKPD yang paling dekat dengan Desa, Maupun selaku SKPD yang secara khusus ditugaskan oleh PP dan Permendagri untuk melaksanakan Binwas penyelenggaraan Pemdes/Keuangan.” Pungkasnya
(Tim)














