Banyuwangi , radar_X.net – Aktivitas galian tambang kembali mencuat di Desa Gambiran, Dusun Lidah, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Diduga kuat ilegal, kegiatan ini juga disinyalir menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, memicu keresahan warga sekitar, Selasa (1/10/2025).
Menurut keterangan warga setempat, aktivitas tambang ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Ramainya lalu lalang armada pengangkut material tanah urug menjadi indikasi kuat beroperasinya tambang tersebut.
“Kami melihat sendiri bagaimana antrean truk-truk ini mengangkut tanah. Bahkan, kami sempat melihat ada yang menurunkan jerigen yang kami duga berisi BBM untuk alat berat,” ujar R salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya dengan jelas.
Selain dugaan penggunaan BBM bersubsidi dan gangguan lalu lintas, aktivitas tambang ini juga berpotensi menimbulkan dampak sosial yang merugikan warga. Keberadaan oknum pelaku tambang ilegal dikhawatirkan dapat memicu konflik sosial di masyarakat, menciptakan kondisi rawan dan gangguan keamanan, serta merusak fasilitas umum.
Secara konkret, dampak sosial ini dapat terlihat dari:
– Konflik Sosial: Gesekan antara warga yang merasa dirugikan oleh aktivitas tambang (misalnya, karena jalan rusak atau kebisingan) dengan pihak-pihak yang mungkin terlibat atau diuntungkan dari tambang tersebut. Bahkan, bisa muncul perpecahan di antara warga sendiri terkait pro dan kontra terhadap keberadaan tambang.
– Gangguan Keamanan: Peningkatan aktivitas orang asing atau pekerja tambang yang tidak dikenal di lingkungan permukiman, yang dapat menimbulkan kekhawatiran akan tindak kriminalitas atau gangguan ketertiban umum.
– Kerusakan Fasilitas Umum: Jalan desa yang sering dilalui truk pengangkut material tambang menjadi cepat rusak, berlubang, atau berdebu, sehingga mengganggu mobilitas warga dan memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit dari anggaran desa.
“Kami khawatir, jika tidak segera ditindak, aktivitas tambang ini dapat memicu gesekan antar warga, menimbulkan masalah keamanan lainnya, dan merusak infrastruktur yang sudah ada,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Warga pun mendesak pihak Polresta Banyuwangi untuk segera menertibkan tambang ilegal ini dan menindak tegas para pelaku serta pihak-pihak yang melindungi aktivitas ilegal tersebut. Mereka berharap, penegakan hukum dapat dilakukan secara adil dan transparan.
“Kami meminta pihak kepolisian segera bertindak. Jangan sampai aktivitas ilegal seperti ini terus dibiarkan merugikan masyarakat,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait akan dugaan aktivitas tambang ilegal ini dan juga pengunaan BBM subsidi. (Red)














