Aceh Tenggara, Radar-x.net – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kutacane menggelar Deklarasi Anti Perundungan yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Roots Day oleh perwakilan siswa yang tergabung dalam Agen Perubahan. Untuk menekan kenakalan remaja, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruangan laboratorium komputer SMAN 1 Kutacane yang dihadiri oleh Ketua P2TP2A, Erdarina Pelis SP. MSi, Satuan PPA dari Polres Aceh Tenggara diwakili Briptu Zubaidah SH dan Pihak Sekolah, pada Senin (28/08/2023).
Kepala Sekolah SMAN 1 Kutacane, Salihin Mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun interaksi positif di sekolah dengan memusatkan peran pelajar sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik di lingkungan sekolah.
“Deklarasi anti perundungan ini juga membentuk karakter siswa sehingga dapat mampu menekan kenakalan remaja baik dilingkungan sekolah maupun ditengah tengah masyarakat,” ucapnya
Dengan di gelarnya anti perundungan atau bullying dilingkungan sekolah akan menciptakan ekosistem belajar positif sebagai indikator dan dapat memberikan suasana nyaman saat siswa mengikuti proses pembelajaran. Sehingga dapat menjadikan potensi siswa/siswa lebih berkembang dan menumbuhkan perilaku positif. Katanya
Salihin juga berharap, semoga ilmu yang didapatkan siswa/siswi dari kegiatan ini, dapat mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, untuk dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 1 Kutacane, Noris Alfiyan menyampaikan, sangat mengapresiasi dan bangga atas terlaksananya kegiatan Roots Day. Sehingga SMA Negeri 1 Kutacane bisa menjadi bagian dari gerakan anti bullying yang dikukuhkan melalui acara ini.
Noris juga menambahkan, dengan adanya kegiatan seperti ini, akan menjadi inspirasi bagi siswa di lingkungan sekolah, untuk menjauhi atau tidak melakukan perbuatan perundungan.
Semoga ke depan menjadi inspirasi bagi yang siswa lain untuk tidak melakukan bullying, biasanya bullying itu diawali dengan hal-hal yang kecil dan akan meningkat pada pembullyan dengan hal yang lain.
“Maka mari kita hormati dan hargai teman kamu, sopan santun serta hormati bapak ibu guru. Insya Allah akan baik baik saja, kalau melihat ada kasus untuk segera ditindaklanjuti, segera laporkan ke guru. Jangan diselesaikan sendiri tapi diselesaikan bersama orang tua harus dilibatkan,” Ujar Noris.(RH)














