Serma Purn. Asharie, Pejuang Kemerdekaan Tidak Mendapat Perhatian Pemerintah

- Penulis Berita

Senin, 29 Januari 2018 - 04:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serma Purn. Asharie, Pejuang Kemerdekaan Tidak Mendapat Perhatian Pemerintah
Foto: Asharie saat masih berdinas bersama istri.

BANYUWANGI, radar-x.net – Kenangan pertempuran melawan Belanda masih kental dalam ingatan lelaki tua berusia hampir satu abad ini. Bagaimana dia melewati desingan peluru Belanda, seakan masih terasa di tangannya yang pernah terserempet peluru.

Lelaki bernama Asharie kelahiran Banyuwangi, 30 Juli 1926 itu, ternyata seorang veteran perang kemerdekaan. Kini kondisinya sudah tidak seperti di masa perjuangan dulu. Pendengarannya sudah banyak berkurang, begitu juga dengan penglihatannya, sudah tidak mungkin dioperasi karena faktor usia. Dan kalau berjalan, lelaki itu harus dibantu dengan tongkat.

“Saya awalnya jadi tentara masuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) dulu. Waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SR. Saat itu saya mau dimasukkan ke pondok. Akhirnya saya bersama teman-teman datang ke Banyuwangi untuk ikut daftar BKR,” ujarnya mengawali cerita, Sabtu (27/01/2018) di rumahnya yang sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga bulan, Asharie menjalani pendidikan di BKR. Sembilan bulan berikutnya, Ashari kecil sudah langsung ikut pertempuran melawan Belanda di hutan Ketapang, Banyuwangi. “Waktu itu kami harus melawan Belanda yang mau masuk Banyuwangi lewat pantai,” tuturnya.

Baca Juga:  Desain Pengembangan Pariwisata Indonesia Berbasis Platform Digital

Pertempuran demi pertempuran dilaluinya. Mulai dari Jawa, Menado, Makasar, Ambon, dan Irian Jaya. Dan tidak jarang, Asharie bertempur bersamaan dengan Bung Karno.

“Kalau sudah bertempur bersama Bung Karno, kami semakin berani. Belanda maupun gerombolan merasa ketakutan,” ungkap Lelaki yang kini tinggal di rumah sederhana bersama istrinya, Sumirdiko di Dusun Krajan RT 03 RW 01 Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur.

Berkat perjuangannya, Asharie pernah dianugerahi penghargaan bintang gerilya oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno. Penganugerahan bintang gerilya itu diberikan pada 10 November 1958. Di masa pemerintahan Presiden Soeharto, Asharie pun pernah menerima penghargaan dari presiden saat itu yakni Presiden Suharto atas jasanya ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Berbagai pahit getir perjuangan melawan Belanda maupun gerombolan perong-rong kesatuan RI telah dirasakannya. Hidup serba kekurangan di hutan-hutan, sudah menjadi hal biasa baginya. Yang terpenting adalah kemerdekaan dan kesatuan RI.

Asharie menjalani purnawirawan ketika bertugas di Malang. Pangkat terakhir yang disandangnya saat purna, pada tahun 1970 adalah Sersan Mayor. Dan Serma Pur Asharie berhak mendapatkan pensiun. “Saat ini saya terima pensiun Rp 2,5 juta,” akunya dibenarkan istrinya.

Baca Juga:  Haul Syekh H Abdul Rahman Silau Laut ke-79, Ustadz Abdul Somad Pulang Kampung
Asharie, kini di masa tua.3

Di usianya yang menginjak 92 tahun, Asharie merasakan perhatian pemerintah padanya sebagai veteran mulai berkurang. Bahkan istri Asharie, Sumirdiko mengaku hampir setiap malam suaminya selalu menceritakan masa-masa perjuangan.

“Pernah sekali bapak katanya bermimpi ketemu dengan wakil presiden Pak Yusuf Kala. Mungkin saja bapak berharap mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Menantu Asharie, Hariyanto, SH, juga menyampaikan hal yang sama. Ayah mertuanya sangat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah.

“Sebab selama ini bapak juga tidak pernah mendapatkan penghargaan selain pensiun yang diterimanya setiap bulan,” ungkap pensiunan Penerangan itu. (Dafid Firmansyah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Terkait Isu Tak Sedap, KETUA PGRI Banyuwangi Angkat Bicara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru