“MSUUB” Adakan Diklat Merajut Kemenangan Menuju Jatim 1 Khofifah-Emil

- Penulis Berita

Senin, 29 Januari 2018 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"MSUUB" Adakan Diklat Merajut Kemenangan Menuju Jatim 1 Khofifah-Emil

BANYUWANGI, radar-x.net – Disela-sela berlangsungnya acara Diklat Tim Pemenangan Cagub Cawagub Pasangan Khofifah-Emil Dardak MSUUB (majelis silaturrohim ulama dan umat Banyuwangi), Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL), yang mana dihadiri oleh beberapa tokoh ulama dan santri, tokoh partai, Emil Dardak, dan relawan sejumlah 500 orang lebih dari tingkat desa dan Kecamatan se-Banyuwangi, Sabtu (27/01/2018).

Gus Ainul Yaqin, Akrab sapaannya, selaku Ketua Panitia dalam sambutannya mengatakan, bahwa pihaknya diberi waktu satu minggu untuk menghadirkan 500 orang relawan pendukung Khofifah-Emil.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh relawan, kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada ketua DPC Demokrat Banyuwangi saudara Michael yang telah memberikan tempat dan fasilitasnya di AIL,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Michael Edi, selaku ketua DPC Demokrat Banyuwangi mengatakan, “terus terang saya tersentuh oleh pidatonya Bu Khofifah ketika di Pondok Pesantren Kiyai Suyuti, yang mengatakan kalau bagaimana kita sholat bisa khusuk kalau rumah kita ketika hujan bocor, bagaimana kita bisa ibadah dengan istiqomah kalau anak-anak kita kurang makan tidak sekolah, kalimat Bu Khofifah yang seperti itu meyakinkan saya bahwa beliau calonkan diri jadi Gubernur semata-mata ingin mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  "BOY" SiTampan Yang Tak Kenal Lelah Demi Meraih Kesuksesan

Selain itu Michael mengatakan, seharusnya keberadaan Partai Politik jadi alat untuk mensejahterakan rakyat atau masyarakat bukan untuk alat dapatkan kekuasaan semata.

”Keberadaan Partai Politik harusnya jadi alat untuk mensejahterakan masyarakat, dan saya akan memulai dari Partai Demokrat di Banyuwangi, bahwa politik sebagai alat mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Ketua MSUUB KH. Suyuthi Toha mengatakan, 3 syarat mutlak menuju kemenangan dan jangan sampai abu-abu. “1 mempertegas identitas, 2 memperteguh komitmen, dan 3 harus bisa mengembangkan profesional, Banyuwangi sering terjadi hal kecil bisa menjadi Nasional, Kami meminta kepada team relawan yang sudah di lantik untuk bisa berjuang Demi Kemenangan Khofifah-Emil untuk Jawa Timur lebih baik,” pungkasnya.
(Dafid Firmansyah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Tingkat Kabupaten, Pj. Bupati Batu Bara Apresiasi KPU
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru