Madura-Sampang, Radar x. net – Warga Sampang inisial (R) asal Desa Tlambah Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, sempat menjadi korban salah tangkap oleh tim Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Mimika Papua Tengah, pada Senin, 19 September 2022.
Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh media Radar x. net, Rabu, 28/09/2022. bahwa (R) dinyatakan tidak kedapatan dan tidak memiliki barang bukti Narkotika, setelah dilakukan pemeriksaan selama beberapa jam.
Kendati demikian, korban (R) babak belur karena diduga mendapatkan perlakuan kekerasan serta dipukuli oleh oknum petugas, selama dilakukan introgasi terhadap dirinya.
Menanggapi hal tersebut, Cholil, M.A.P, Kepala Desa (Kades) Tlambah, Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, geram dan angkat bicara.
Menurutnya, selaku petugas yang mengabdi pada negara dalam memberantas maraknya peredaran barang haram, seharusnya memiliki data dan bukti-bukti yang valid sebelum bertindak supaya disegani oleh masyarakat dan pihak-pihak yang lain.
“Sebelum melakukan penangkapan dan tindakan, tim BNN itu seharusnya mempunyai data-data yang jelas, supaya tidak merugikan orang lain.” Ucap Cholil Kepala Desa Tlambah
“Setelah terjadi seperti itu, yang jelas korban mengalami banyak kerugian, mulai dari materi, kesehatan dan jiwa, hingga martabat keluarga, karena keluarga korban sontak gemuruh menjadi perbincangan warga.” Lanjutnya
“Saya selaku Kepala Desa (Kedes) yang menaungi dan menjaga Masyarakat, dalam hal ini Pemerintah Desa, Kami merasa sangat kecewa dengan tindakan BNN, apalagi sampai melakukan kekerasan kepada Masyarakat” tutur Cholil .M.A.P, lebih jauh.
“Karena hal tersebut sangat merugikan orang lain, terlebih kepada keluarga korban, maka dari itu, Kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, supaya segera menindaklanjuti kasus ini, sesuai hukum dan prosedur yang ada.” Cetusnya
“Supaya petugas/pihak BNN tidak semena-mena melakukan penangkapan terhadap warga, apalagi warga yang tidak bersalah.” Ungkapnya
Hingga berita ini ditulis, Cholil, M.A.P, menyayangkan tindakan oknum petugas yang salah tangkap, apalagi selainitu oknum tersebut sampai melakukan kekerasan terhadap korban, dan dilakukan interogasi dan pemukulan terhadap korban, petugas BNN tidak meminta maaf kepada pihak korban dan keluarga korban.
(Korwil Madura/ Tim)














