BeritaDaerah

Sempat Ada Kabar Kurang Baik Terkait MBG, Begini Tanggapan Pihak Pesantren dan Penerima Manfaat

×

Sempat Ada Kabar Kurang Baik Terkait MBG, Begini Tanggapan Pihak Pesantren dan Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

foto : istimewa 

Sampang, Radar x. net – Anomali cuaca ekstrem mengakibatkan terjadinya kemarau panjang yang basah, yang berdampak perubahan suhu dan cuaca. Kamis, 28/08/2025

Ironisnya, adanya cuaca yang tidak begitu stabil tersebut menimbulkan terjadinya penurunan pada imun tubuh manusia, apalagi bagi tubuh yang rentan sakit dan sensitif, apalagi pada usia muda yang setara siswa SD, SMP dan SMA, seperti halnya yang terjadi di lingkungan pondok pesantren darul ulum Gersempal Omben Sampang Madura Jawa Timur.

Berdasarkan penelusuran media ini dilapangan, belakangan ini banyak santri dan siswa yang sakit bahkan masyarakat setempat juga merasakan dampaknya diakibatkan terjadinya perubahan cuaca.

Menanggapi hal tersebut, KH. Moh. Amin Syafi’ keluarga besar pengasuh pondok pesantren darul ulum Gersempal menegaskan bahwa adanya santri yang sakit di pesantren tersebut, diakibatkan terjadinya perubahan cuaca.

“Ya betul, memang ada beberapa santri yang sakit, yang diakibatkan pancaroba atau adanya perubahan cuaca, yang awalnya cuaca begitu panas kemudian tiba-tiba turun hujan beberapa hari, dan setelah itu panas lagi sehingga imun tubuh manusia dragtis menurun kemudian jatuh sakit,” ucapnya

Pria yang kerap disapa Gus Amin, menjelaskan bahwa adanya beberapa santri yang sakit, yaitu diakibatkan adanya perubahan cuaca, bukan karena adanya program makan bergizi gratis

“Bukan hanya santri yang sakit, banyak warga disekitar pondok juga jatuh sakit, bahkan secara meluas banyak orang sakit.” Cetusnya

Orang nomor satu di GP Ansor Kabupaten Sampang itu menyampaikan, supaya masyarakat dan wali santri tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Saya mewakili keluarga besar pengasuh pondok pesantren darul ulum Gersempal Omben Sampang Madura Jawa Timur, berharap kepada masyarakat dan wali santri supaya tidak mudahterpengaruh dengan adanya isu-isu adanya santri sakit dan keracunan yang diakibatkan oleh bantuan makan bergizi gratis,” harap KH. Moh Amin Syafi’

Terpisah, Nafa salah satu santri penerima manfaat dari makan bergizi gratis, mengatakan bahwa selama dirinya menerima manfaat dari bantuan tersebut tidak pernah merasakan keluhan

“Alhamdulillah, selama ada program makan bergizi gratis, kami sangat merasa terbantukan, dan tidak perlu repot-repot membeli makanan sehingga mengganggu waktu belajar,” tuturnya

Saat disinggung adanya santri yang sakit, dirinya mengatakan bahwa sebelum adanya bantuan makan bergizi gratis sudah ada santri yang sakit.

Sementara itu, Mohammad Nurul Umam pemilik Dapur yang berada di wilayah Kecamatan Omben mengatakan bahwa selama ini pihaknya memberikan menu makanan yang bergizi sesuai ketentuan dan arahan dari tim ahli gizi

“Setiap menu yang kami sajikan dan kami siapkan pada setiap pendistribusian itu sudah sesuai petunjuk dari tim ahli gizi,” ucapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu

“Alhamdulillah, selama ini pihak sekolah dan pesantren yang kami bantu, belum pernah mengeluh dan komplain,” imbuhnya

Menurutnya, pihaknya pernah melakukan komunikasi ke pihak pesantren dalam menindaklanjuti isu-isu yang beredar, dan ditegaskan oleh pihak pesantren bahwa selama ini memang ada santri yang sakit, namun bukan karena keracunan atau sakit yang diakibatkan oleh bantuan makan bergizi gratis.

“Saya berharap kepada semua pihak untuk tidak membuat isu-isu yang tidak baik, sebelum mengetahui kebenarannya,” harapnya

(Korwil Madura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page