Kriminal

Sejumlah Kepala Sekolah di Jember menjadi Sasaran Penipuan Berkedok Media

×

Sejumlah Kepala Sekolah di Jember menjadi Sasaran Penipuan Berkedok Media

Sebarkan artikel ini

JEMBER, RADAR-X.net – Dugaan pelaku penipuan berkedok media akhir-akhir ini kembali meresahkan. Kali ini, pelaku menjadikan sejumlah kepala sekolah sebagai sasaran penipuan.

Beruntungnya, para kepala sekolah yang dihubungi pelaku tidak terkecoh dan tak sampai menjadi korban tindak pidana 378 ini. Agar si pelaku jera, selayaknya dilaporkan dan ditangkap.

Pelaku yang saat itu melancarkan aksinya mengaku bernama “lutfi”, dan sementara, nomor rekening yang dikirim adalah Rekening BCA atas nama Mohammad Rizki. Nah, nomor rekening inilah yang bisa dilacak pada bank terkait, agar supaya pelaku bisa segera ditangkap.

Dalam aksinya, si pelaku mengirimkan pesan singkat kepada sejumlah calon korban melalui Whatsapp. Yang isinya, permintaan bantuan untuk biaya operasi Rizki di RSUD dr. Soebandi. Terlihat isi pesan yang dikirimkan berupa tangkapan layar. Terlihat spontan saja, orang yang mendapatkan pesan dari penipu itu langsung menghubungi sejumlah wartawan untuk memastikan permintaan bantuan tersebut, kemarin.

Kepala SMPN 1 Jember, Syaiful Bahri menjadi salah satu orang yang mendapatkan kiriman pesan dari pelaku. Setelah di hubungi, Oknum tersebut mengaku berasal dari wartawan Radar Jember.

“Saya tanya, dari jawa pos Radar Jember? Dianya menjawab, IYA. Tapi nada bicaranya kecil dan tidak banyak bicara,” kata Syaiful Bahri.

Pria yang mengaku percobaan penipuan dengan modus meminta bantuan untuk operasi tumor otak itu menggunakan nomor telepon seluler + 6282142298689. Ketika ditanya bernama Lutfi, namun meminta bantuan lewat nomor rekening tersebut.
“Kabarnya, kepala sekolah yang lain juga dimintai bantuan,” tandasnya.

Wartawan koran Radar Jember pun sempat mengkonfirmasi dengan menghubungi nomor telepon pelaku. Awalnya, pelaku mengaku bernama Rizki. Namun setelah saat di telpon, oknum tersebut balik bertanya. ” Kamu ini nelpon siapa?,” nada agak tinggi cetus, dan lalu mematikan teleponnya.

Bulan September lalu, kejadian serupa juga dialami Kepala SMKN 2 Jember, Edi Setyono. Modusnya juga sama, bahwa keluarga wartawan jawa pos Radar Jember sakit dan mendadak operasi. Selanjutnya, Oknum tersebut meminta bantuan seikhlasnya disertai nomor rekening. EDI pun tidak terkecoh dan segera menghubungi pihak Jawa Pos Radar Jember.

Sementara, Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo mengatakan, apabila terdapat oknum apa pun yang mencoba melakukan penipuan, selayaknya ditangkap.

“Para korban diharapkan melapor kepada pihak berwajib, untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.”Biar tidak jadi bola liar dan dilemparkan ke mana-mana,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP Jember itu menyampaikan, jika ada orang yang meminta bantuan dana, baik secara langsung maupun via transfer, diharapkan tidak langsung percaya. Tapi, harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

“Oknum penipu seperti itu harus dibumihanguskan, agar tidak ada korban yang berjatuhan,” pungkasnya.

Menurutnya, kasus percobaan penipuan masuk kategori delik biasa. Karena itu, siapa saja yang melakukannya bisa ditangkap. Untuk itu, apabila nama orang dalam nomor rekening itu diduga penipu, selayaknya segera ditangkap.

“Percobaan penipuan atau penipuan sekalipun sama-sama delik biasa. Bisa langsung ditangkap,” tegasnya.

(Nn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page