Aceh Tenggara, Radar-x.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, mencatat sebanyak 179 rumah warga dari 21 Desa di Lima Kecamatan rusak akibat diterjang banjir.
“Data kita himpun sementara sebanyak 179 rumah rusak. Rinciannya, 19 rusak berat, 10 rusak sedang dan 150 rusak ringan,” Kata Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Nazmi Desky kepada Radar-x.net, Rabu (22/11/2023).
Adapun Lima Kecamatan yang terdampak banjir tersebut ialah Kecamatan Semadam, Bukit Tusam, Bambel , Lawe Sigala Gala dan Ketambe.
Nazmi mengatakan, ratusan rumah warga yang rusak itu akibat deras nya luapan air ditambah material kayu dan batu, sehingga membuat 963 jiwa terdampak hingga merenggut korban jiwa.
“Banjir dalam bulan ini sudah merenggut dua korban jiwa, satu balita dan orang tua meninggal dunia terseret arus banjir bandang,” ujarnya.
Selain itu, Nazmi mengaku dampak banjir juga merusak sejumlah infrastruktur seperti jembatan, perumahan, sumber daya air, tanggul sungai, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Kemudian, sektor pertanian seluas 8 hektar persawahan warga rusak, 307 hektar lahan jagung dan 10 hektar lahan kakao.
BPBD bersama OPD masih terus melakukan pendataan terkait rumah rusak akibat diterjang banjir bandang. Sebab, kata Nazmi, masih ada beberapa titik yang belum terjangkau. Saat ini, untuk penanganan darurat pihaknya telah menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi di beberapa titik lokasi sumber air yang meluap ke permukiman warga.
“Sudah kita turunkan tiga excavator dan tiga unit dum truk untuk melakukan normalisasi aliran sungai serta penguatan dinding sungai,” tuturnya. (RH).














