PURUK CAHU, Radar-x.net – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rejikinnor, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi cuaca ekstrem dan kabut asap yang berdampak terhadap masyarakat.
Menurut Rejikinnor, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara musiman memang sulit diatasi secara instan. Namun, situasi tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.
“Kita prihatin karena situasi cuaca ini kita tidak bisa berbuat apa-apa karena ini siklus musiman,” ujar Rejikinnor saat dikonfirmasi awak media di Puruk Cahu, Kamis (3/9/2026).
Ia menilai tantangan pemerintah daerah bukan hanya menangani dampak kabut asap ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi. Hal itu mencakup kesiapan infrastruktur, sarana pendukung, serta sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kapasitas dalam menghadapi bencana.
Rejikinnor juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi kemarau berkepanjangan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memicu dampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat.
“Nah, kita khawatirkan kemarau berkepanjangan. Nanti setelah ini merebak penyakit, jadi tersambung lagi masalahnya,” ungkap mantan Wakil Bupati Murung Raya tersebut.
Kendati kondisi cuaca ekstrem merupakan fenomena alam yang tidak sepenuhnya dapat dihindari, Rejikinnor menegaskan pentingnya membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Tidak bisa kita ingkari, tapi bagaimana kita menyiapkan SDM, infrastruktur, supaya bisa ini diantisipasi. Kita inginkan pemerintah daerah agar lebih siap lagi menghadapi bencana apa pun,” pungkasnya. (hbr).
Rejikinnor Minta Pemkab Murung Raya Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang















