Polri

Polres Sampang Tunggu Hasil Labfor Polda Jatim Soal Dugaan Minyak Goreng Oplosan di Bira Tengah

×

Polres Sampang Tunggu Hasil Labfor Polda Jatim Soal Dugaan Minyak Goreng Oplosan di Bira Tengah

Sebarkan artikel ini

Sampang, Radar-X.Net – Kepolisian Resor (Polres) Sampang masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) Polda Jawa Timur terkait dugaan kasus minyak goreng oplosan bermerek Minyak Kita yang diungkap di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Kasus ini bermula dari penangkapan sebuah kendaraan pickup hitam di Jalan Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, pada Kamis 11 September 2025. Kendaraan tersebut mengangkut ratusan kardus minyak goreng yang diduga hasil oplosan.

Dari pemeriksaan di lokasi, petugas mengamankan 195 kardus minyak kemasan isi ulang ukuran 1 liter, 7 jeriken minyak curah 5 liter, serta belasan botol tanpa label merek.

Penyelidikan kemudian mengarah ke sebuah gudang di Dusun Polai Timur, Desa Bira Tengah, yang diketahui milik seorang warga berinisial P alias Pausi. Di dalam gudang, polisi menemukan tangki minyak, kemasan kosong berbagai ukuran, serta dokumen pembelian dari PT Wilmar. Semua barang tersebut kini diamankan sebagai barang bukti.

Pelaksana Harian Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Labfor Polda Jatim untuk memastikan kandungan minyak yang diamankan.

“Sampel minyak sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Kami masih menunggu hasilnya untuk memastikan apakah benar minyak tersebut merupakan hasil oplosan,” ujar AKP Eko, Sabtu (10/10/2025).

Ia menegaskan, apabila hasil uji laboratorium menyatakan minyak tersebut terbukti oplosan, Polres Sampang akan segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Jika terbukti ada unsur oplosan, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan dan berkasnya segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” imbuhnya.

Disinggung terkait para Tersangka kenapa tidak ditahan oleh Polres Sampang. AKP Eko Puji menegaskan bahwa pihaknya menunggu hasil labfor dari Polda Jatim.

“Masih menunggu hasil labfor dulu, kalau nanti ditahan ternyata hasil labfornya bukan oplosan dan minyak kita asli. Malah kita yang salah,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut distribusi minyak goreng bersubsidi Minyak Kita yang seharusnya disalurkan sesuai ketentuan pemerintah. Praktik oplosan semacam ini dinilai sangat merugikan konsumen dan mencoreng program subsidi minyak goreng.

Polres Sampang juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati membeli minyak goreng murah tanpa label resmi, karena berpotensi tidak sesuai standar keamanan pangan. (Frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page