Jember, RADAR-X.Net – Sejumlah petani di Desa Sukokerto, Kecamatan Sukowono, mengeluhkan sikap Kepala Desa Sukokerto yang dinilai mempersulit pengajuan kios pelayanan pupuk pertanian tanaman pangan yang diajukan oleh beberapa kelompok tani setempat.
Sabtu (20)12/25)
Padahal, di tengah kondisi saat ini, negara sangat membutuhkan peran petani untuk menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, yang kebutuhannya terus meningkat dalam skala besar. Kelancaran distribusi pupuk menjadi faktor penting agar produktivitas pertanian dapat terus terjaga.
Diketahui, beberapa kelompok tani di Desa Sukokerto mengajukan permohonan kios pelayanan pupuk dengan menggandeng kios UD Tiga Saudara, menyusul berakhirnya masa kontrak kelompok tani sebelumnya bernama Peduli Umat. Namun, pengajuan tersebut justru menemui hambatan lantaran Kepala Desa Sukokerto menolak menandatangani proposal maupun surat permohonan yang diajukan, dengan alasan yang dinilai tidak jelas.
Unik Muniah Zahiroh, pemilik UD Tiga Saudara, mengaku kecewa atas sikap kepala desa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengajuan dilakukan secara resmi oleh kelompok tani dan ditujukan kepada distributor pupuk.
“Kami bersama tiga kelompok tani mengajukan surat permohonan ke distributor CV Hidup Baru Jaya. Dalam surat itu harus diketahui dan ditandatangani oleh kepala desa. Tapi sangat disayangkan, kami sudah beberapa kali meminta tanda tangan justru ditolak. Alasannya karena katanya warga menolak, padahal yang mengajukan ini jelas kelompok tani,” terang Unik.
Hal senada juga disampaikan oleh Ali Wafa, Ketua Kelompok Tani Karya Tani. Ia menilai penolakan tersebut sangat merugikan petani dan tidak mencerminkan keberpihakan kepada kepentingan umum.
“Ini kepentingan umum, apalagi saat ini negara sangat membutuhkan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Kalau kepala desa mempersulit, bagaimana nasib para petani? Tolong jangan persulit kami,” keluh Wafa.
Sementara itu, wartawan RadarX telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sukokerto melalui pesan WhatsApp ke nomor +62 851-0182-6*. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi. Kepala desa sempat menelepon wartawan RadarX, namun panggilan tersebut tidak terjawab. Pesan konfirmasi yang dikirimkan juga tidak dibalas, meski telah terbaca, ditandai dengan centang biru.
Para petani berharap pemerintah desa dapat bersikap bijak dan mendukung kebutuhan pertanian, mengingat ketersediaan pupuk sangat berpengaruh terhadap hasil panen padi, sementara kebutuhan beras nasional saat ini sangat besar dan terus meningkat.
(Zen)














