Permintaan Maaf Oknum Pengusiran Wartawan Diterima Dengan Syarat

- Penulis Berita

Rabu, 6 Desember 2017 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permintaan Maaf Oknum Pengusiran Wartawan Diterima Dengan Syarat



TANGERANG SELATAN, radar-x.net – Aksi dari gaya preman staft Kelurahan Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan yang menjadi viral di media sosial (medsos) dengan memiting leher, pengusiran dan ajak duel wartawan R telah usai dengan ketentuan syarat, Senin (4/12).

Pertemuan antara oknum dengan korban (wartawan R dan A) berlangsung cukup lama. Pihak kelurahan yang diwakili Kasie Pemerintahan Hasbullah dan di dampingi Babinsa serta petugas Polsek Pondok Aren telah menemukan titik terang meski ada beberapa persyaratan yang dilontarkan saat mediasi kedua belah pihak.

Mediasi perdamaian antara oknum staft kelurahan Pondok Kacang Timur dengan korban (wartawan R dan A) yang didampingi Ketua Umum Akrindo Maripin Monte, Sekjen AWDI Budi Wahyudin, Ketua Setnas FPII Opan, dan Bung Jefri dari Nusantara News menjadi saksi selesainya pertikaian sengketa pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Hasbullah, semua hanya miss komunikasi dan tidak lepas dari khilaf. “Saya mewakili seluruh petinggi maupun staft kelurahan Pondok Kacang Timur dengan kerendahan hati meminta maaf kepada temen temen wartawan semuanya atas terjadi incident ini.” ucap Hasbullah.

Baca Juga:  Dua Pencuri Jeruk Milik Bos Jamu Putri Sakti Muncar Banyuwangi Di Ringkus Polisi

Mewakili tim wartawan, Maripin Monte juga menyampaikan hal serupa untuk tetap bersinergy guna membangun kepribadian yang baik.

Begitu juga yang dilontarkan Budi Wahyudin bahwa sejatinya pers adalah sebagai pencari informasi untuk diwartakan guna mencari kebenaran. Hal-hal seperti ini harus disikapi dengan bijak dan tetap berpegang pada fungsinya masing masing.

Permintaan korban (wartawan R dan A) untuk didatangi oknum pelakunya di aminkan Hasbullah dan dengan permintaan maaf langsung kepada korban.

Sebagai produk etika, tidak ada pemberitaan yang keluar dari kode etik jurnalis. Hal itu diucapkan Opan sebagai alternatif komunikasi agar dipahami bersama. Ia juga mengatakan pentingnya keterbukaan dan humanis yang sehat antara pers dengan instansi maupun institusi.

Sebagai persyaratan diakhir, korban (wartawan R dan A) meminta agar pihak kelurahan lebih memahami fungsi jurnalis dan jangan bergaya sperti preman dengan arogansi, sehingga akan menimbulkan dampak yang luar biasa. (Red/Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
Beredar…! Video Viral Berisikan Proyek Ambruk di Banyuwangi Milik Balai Besar Pengairan Bondowoso
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru