Aceh Tenggara, Radar-x.net – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja dan sabu dari hasil pengungkapan penyalahgunaan, Minggu 17 Agustus 2025 berlangsung di lapangan Mapolres setempat.
Dalam pemusnahan tersebut, turut dihadiri Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry, Anggota DPR RI, Muslim Ayub bersama unsur Forkompinda.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri mengatakan, pemusnahan ini merupakan hasil pengungkapan penyalahgunaan narkotika, sekaligus memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 yang berlangsung hari ini.
”Ini membuktikan bahwa selain melakukan pemusnahan juga memperingati HUT RI ke-80,” kata Yulhendri.
Yulhendri menyebutkan, adapun barang bukti narkotika yang dimusnahkan, untuk jenis ganja sebanyak 20 kilogram dan untuk sabu sebanyak 833,8 gram.
Dikatakan Yulhendri, dengan adanya pelaksanaan seperti ini, dapat membuat semangat semakin besar dalam memberantas narkoba di Tanoh Alas yang kita cintai ini.
”Ini komintmen kita dalam memberantas narkoba, untuk menyelamatkan generasi muda di Bumi Sepakat Segenep,” ucapnya.
Yulhendri juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam memberantas narkoba di Aceh Tenggara.


Sebelumnya, Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry, menyampaikan apresiasi kepada Polres Aceh Tenggara yang telah berkomintmen dalam memberantas narkoba di Aceh Tenggara.
”Ini merupakan komitmen kita semua dalam pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya,” sebutnya.
Salim Fakhry meminta Polres Aceh Tenggara terus melakukan pemberantasan narkoba bagi yang terlibat dari pemakai hingga bandarnya.
”Komitmen kita bersama membumi hanguskan narkoba di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Muslim Ayub juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Tenggara, Polres Aceh Tenggara serta seluruh yang terlibat dalam pemberantasan narkoba di Aceh Tenggara.
”Saya bangga di tanah kelahiran saya narkoba bisa dibasmi sampai ke akar-akarnya,” ujar Muslim.
Muslim Ayub meminta dalam pemberantasan narkoba jangan ada pandang bulu siapapun itu orangnya. Kalau ada keluarga saya yang terlibat kasus narkoba, saya tidak peduli.
”Ini kesepakatan kita dalam memberantas narkoba di Kabupaten Aceh Tenggara yang kita cintai ini,” tandasnya. (JUN)














