BeritaKesehatanPemerintahanTerbaru

Pemkab Agara Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid, Evaluasi KLA Tahun 2023

×

Pemkab Agara Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid, Evaluasi KLA Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Photo, Pemkab Agara Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH), Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) di ruangan rapat Bupati Agara.

Aceh Tenggara, Radar-x.net – Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Aceh Tenggara sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), Pemkab Aceh Tenggara (Agara) mengikuti kegiatan Pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi KLA Tahun 2023. Jum’at (26/05/2023).

Kegiatan yang digelar secara virtual dari Ruangan Rapat Bupati Agara tersebut di buka dengan sambutan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Plt. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Rini Handayani, Dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang telah melakukan evaluasi KLA di wilayah terkecil pemerintahan desa/kute.

“Dalam melaksanakan kebijakan perlindungan anak, Pemerintah mendorong semua Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan perlindungan anak melalui KLA sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 35 Tahun 2014 Pasal 21 yang telah disahkan oleh Peraturan Presiden nomor 25 Tahun 2021. KLA merupakan sebuah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana menyeluruh dan berkelanjutan, maka dalam penyelenggaraannya melibatkan banyak pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, media, perguruan tinggi, termasuk anak,” ucapnya.

Lebih lanjut menyampaikan, bahwa Bupati/Walikota bertanggung jawab atas penyelenggaraan KLA di Kabupaten/Kota agar melakukan evaluasi KLA secara berkala setiap tahun sesuai dengan kewenangannya.

“Kami mengharapkan dimana saat ini kami sedang membangun zona integritas menuju wilayah bebas korupsi, agar bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian untuk tidak memberikan dalam bentuk apapun kepada para tim pendamping, tim penilai, dan juga baik dari unsur kementerian dimana untuk menjaga integritas dan independensi dalam penilaian KLA ini,” tambahnya.

Sementara dalam sambutan, Pj Bupati Aceh tenggara, Drs. Syakir mengatakan, pihaknya mengapresiasi seluruh jajarannya dan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara yang telah bahu-membahu untuk mewujudkan Aceh Tenggara sebagai Kota Layak Anak.

“Harus ada komitmen bersama dalam melaksanakan program, kebijakan, dan kegiatan yang melibatkan hak anak, mulai proses perencanaan sampai proses evaluasi.”

“Saya yakin, kita semua yang hadir diruangan ini bersepakat bahwa SDM yang unggul dimasa depan, sebagaimana yang kita harapkan harus dipersiapkan secara khusus melalui sebuah strategi dan sistem yang mampu mendukung terpenuhnya hak-hak anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal serta terlindungi dari berbagai tindakan kekerasan dan diskriminan,” ujarnya.

“Kita masih butuh upaya dan kerja keras lagi untuk bisa memenuhi dan melindungi kebutuhan anak, sehingga Kabupaten Aceh Tenggara bisa menjadi tempat yang baik, aman, dan nyaman bagi keberlangsungan dan kesejahteraan anak-anak kita,” Harapannya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Tenggara, Yusrizal saat memaparkan capaian program perlindungan dan pemenuhan Hak Anak dalam rangka mewujudkan Kabupaten Aceh Tenggara sebagai salah satu wilayah KLA 2023.

Ia juga menyampaikan dalam rangka percepatan terwujudnya kota layak anak maka perlu didukung oleh sub sistem atau stakeholder yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam upaya pemenuhan anak-anak kami sudah melakukan berbagai kegiatan diantaranya Menyediakan Fasilitas Informasi Layak Anak (ILA), Pencegahan Perkawinan Anak, Pendidikan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif (PAUD-HI), Ketersediaan Insfrastruktur (Sarana dan Prasarana) Ramah Anak di Ruang Publik, Fasilitas Kesehatan dengan Pelayanan Ramah Anak, Sekolah (Satuan Pendidikan) Ramah Anak (SRA), Ketersediaan Fasilitas untuk Kegiatan Budaya, Kreativitas, dan Rekreatif yang Ramah Anak, Pelayanan Bagi Anak Korban Kekerasan dan Eksploitasi, Pelayanan Bagi Anak Korban Bencana dan Konflik, Pelayanan Bagi anak penyandang disabilitas, Kelompok Minoritas, dan Tertinggal.

Kami memandang kebijakan KLA ini merupakan program yang baik didalam mempersiapkan SDA Indonesia dimasa yang akan datang dimana anak adalah investasi kita.

“Untuk Kabupaten Aceh Tenggara, semua sudah di implementasikan lewat kerjasama lintas sektor. dan yang pasti dengan adanya komitmen dan strategi yang kami lakukan, karena anak merupakan aset sumber daya manusia yang harus mendapat perhatian penuh dari kita untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA),” tukasnya

Turut hadir mendampingi Pj Bupati Agara, Unsur Forkopimda, Para Kepala OPD Lingkup Aceh Tenggara, Para Camat, Para Kepala Desa/Lurah, dan tamu undangan lainnya. (RH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page