Nongkrong Larut Malam Berpakaian Ketat, 7 Orang Diamankan Satpol PP dan WH

0
317
Kasatpol PP dan WH Aceh Tenggara, Rahmad Fadli, S.STP., MM Dengan Cepat Menanggapi Laporan Masyarakat, Langsung Datang Ke lokasi Kejadian. (Foto:Riko)

ACEH TENGGARA, RADAR-X.net – Lima perempuan dan dua waria di Aceh Tenggara, diamankan polisi syariat atau Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) pada Jumat (7/5/2021) pukul 00.30 WIB.

Pasalnya, mereka ditangkap karena menongkrong sampai larut malam mengenakan pakaian ketat.

Kasatpol PP dan WH Aceh Tenggara, Rahmad Fadli, S.STP., MM saat dikonfirmasi Wartawan di kantornya menuturkan, perempuan dan waria itu melanggar Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

Fadli menjelaskan, tujuh orang itu, ditangkap di cafe kekosese kawasan Kota, karena ada laporan dari masyarakat resah melihat mereka yang nongkrong larut malam dengan pakaian yang tidak sewajarnya.

Menurutnya, saat ini para wanita remaja, mahasiswa maupun dewasa kurang mematahui Qanun Syariat Islam.

Mereka tidak lagi segan berbusana ketat di depan umum dan ini dilarang di Aceh karena bertentangan dengan Qanun Syariat Islam.

“Dari beberapa perempuan dan waria itu, waktu kami tanyakan kartu identitas tidak ada. KTP-nya tidak ada, jadi arahan dari saya bagi yang tidak ada KTP dan yang berbaju ketat, dibawa ke kantor untuk pendataan, kemudian dilakukan pembinaan,” kata Fadli.

Baca Juga:  Denny Arief Cahyadi Temui ILham Mulyadi Terkait Pernyataan Salah Satu Dokter Hewan Di Bondowoso
Komunitas Pemuda Islam (KOPI) Aceh mengapresiasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Tenggara Penegakan Syariat Islam Di Bumi Sepakat Segenap ini. (Foto:Riko)

Menurut Fadli, penegakan syariat Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena dibutuhkan komitmen seluruh lapisan masyarakat agar syariat Islam dapat membumi dan terus lestari di bumi sepakat segenap yang kita cintai ini.

“Saya berharap seluruh unsur penegak syariat Islam dapat membangun koordinasi dan sinergitas dan merangkul seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara, untuk peka dan peduli terhadap berbagai pelanggaran syariat Islam,” Jelas Fadli.

Sementara itu, Idhamni Anggota Komunitas Pemuda Islam (KOPI) Aceh saat berada di lokasi kejadian mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Tenggara, karena begitu ada laporan masyarakat, langsung bertindak cepat ke lokasi tersebut.

Idham juga berharap Satpol PP dan WH Aceh Tenggara, untuk tetap konsisten Dalam Penegakan Syariat Islam. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.