Aceh Tenggara, Radar-x.net – Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Aceh Tenggara yang ke 49, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara (Agara) Mengadakan Lomba Dapur Sehat Atasi Stanting (DASHAT) demi percepat penurunan angka stunting.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Ahmad Yani, Desa Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (24/06/2023).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara, Budi Afrizal, SKM, MKM Mengatakan, Melalui program ini, diharapkan mampu memberikan edukasi serta memberdayakan masyarakat untuk pemenuhan gizi seimbang, baik bagi balita, ibu menyusui, ibu hamil dan keluarga beresiko stunting, utamanya dengan memanfaatkan sumber pangan lokal maupun sumber daya dari mitra lainnya. Bahan masakan tidak harus mahal akan tetapi kita bisa memilih dan memilah bahan-bahan yang terjangkau dengan kualitas dan kandungan gizi yang bagus.
Menurutnya, Program Dapur Sehat Atasi Stanting (DASHAT) ini, bisa menjadi langkah konkret dalam mempercepat penurunan stunting, yang menyasar langsung kepada keluarga berisiko stunting, sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama menunjukkan tanggung jawab sosial kepada keluarga yang berisiko tinggi stunting.


Ia juga menyebutkan, Program DASHAT yang diterapkan di Kabupaten Aceh Tenggara, merupakan program Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara, sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi Aceh Tenggara yang ke-49.
Peserta yang mengikuti lomba Dapur Sehat Atasi Stanting (DASHAT) di ikuti 16 Kecamatan terdiri dari 3 orang kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap Kecamatan yang ada di Aceh Tenggara.
Masakan yang di perlombakan ialah masakan Ikan air tawar, yang penuh dengan protein. Dikarenakan di Aceh Tenggara terkenal dengan budidaya ikan tawar, yang mudah didapatkan dan harganya tidak mahal serta sangat terjangkau, makanya kita merekomendasikan masakan ikan air tawar dalam perlombaan ini, agar masyarakat dapat rutin untuk memakan ikan, sebagai tambahan gizi. Ucap Budi
Budi juga menambahkan, Program ini sebagai upaya mengatasi persoalan stunting di daerah, melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta/balita stunting, khususnya bagi keluarga kurang mampu, dengan memanfaatkan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dipadukan dengan sumberdaya/kontribusi dari mitra lainnya.
Salah satu upaya perbaikan gizi adalah melalui edukasi dan perbaikan konsumsi pangan ibu hamil, menyusui dan balita dari berbagai pangan yang tersedia, bergizi dan terjangkau dengan cita rasa yang sesuai dengan selera mereka. Indonesia kaya akan sumber daya pangan yang diproduksi, diperjualbelikan dan tersedia di indonesia, yang sering disebut sebagai pangan lokal indonesia atau pangan nusantara.
Namun, program ini memerlukan dukungan dari lintas sektor. Oleh karena itu, pentingnya melakukan koordinasi dengan berbagai lintas sektor. ungkap Budi.
Dengan hadirnya Program DASHAT ini, sehingga percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Tenggara dapat tercapai.


Dari kegiatan Dapur Sehat Atasi Stanting (DASHAT) yang kita adakan, yang memenangkan lomba atau yang mendapatkan juara ialah, Kecamatan Lawe Sigala-Gala sebagai Harapan III, Kecamatan Tanoh Alas Harapan II, Kecamatan Lawe Bulan Harapan I, Juara III Kecamatan Babussalam, Juara II Kecamatan Darul Hasanah, untuk Juara I di menangkan oleh Kecamatan Badar.
Ia berharap keberlangsungan Program Dapur Sehat Atasi Stanting (DASHAT) ini dapat terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, sehingga dapat memberikan manfaat dan mendatangkan perubahan bagi generasi bangsa, khususnya keluarga sasaran dengan risiko stunting dalam mengelola kehidupan yang lebih berkualitas dan sejahtera. Ujar Budi. (RH)














