![]() ![]() |
| Koramil 0822/06 saat di lokasi. (Foto:Sukri) |
BONDOWOSO, Radar-X.Net – Sebanyak 10 Pemuda Karang Taruna Desa Karang melok yang tergabung dalam poktan karya makmur dua Desa Karang Melok mengikuti pelatihan pengolahan limbah pertanian di kediaman Ibu Harto Ketua Gapoktan Karya Makmur dua.
Pelatihan ini merupakan rangkaian dari kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian dalam skema kerjasama antara Desa Karang melok dengan Koramil 0822/06 Tamanan dan PPL desa Karang melok.
Pjs Danramil 0822/06 Tamanan Letda Kav. Warno, mengatakan pelatihan ini bertujuan menjawab kebutuhan petani dan peternak di Desa Karang Melok agar mampu memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak.
“Saya melihat banyak sekali potensi limbah pertanian di Desa Karang melok ini seperti jerami padi, batang jagung, tongkol jagung, kulit kacang dan masih banyak lagi yang belum dioptimalkan menjadi pakan ternak, padahal kalau dimanfaatkan para peternak,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan PPL desa Karang melok sebagai Pembina dalam kegiatan tersebut, yang juga mengamati banyak sekali potensi limbah pertanian di Karang melok, namun pada saat musim kemarau masih banyak mendatangkan pakan ternak dari luar desa bahkan dari luar Kabupaten Bondowoso.
“Limbah pertanian di Desa Karang melok ini sangat melimpah, apalagi sebagian besar petani bisa panen padi sawah tiga kali. Kalau limbah pertanian ini diolah dengan fermentasi bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak bagi petani di Desa Karang Melok,” katanya.
Pelatihan pengolahan limbah pertanian ini menyasar para petani yang tersebar di sembilan Pedukuhan di desa Karang Melok yang mempunyai ternak sapi maupun kambing.
Selain berlatih membuat pakan ternak fermentasi, dalam pelatihan tersebut juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik padat dari kotoran sapi. Selama pelatihan,
Peserta memadukan teori dan praktik, sehingga pemahaman peserta bersifat komprehensif dan kegiatan jauh dari kata membosankan, Pada kesempatan yang sama, Ibu Harto Ketua Gapoktan karya makmur 2 berharap agar setelah pelatihan ini ada pendampingan yang intensif agar para peternak bisa beternak dengan baik dan benar.
Ketua Gapoktan karya makmur 2 ini sedang memulai usahanya dan mengatakan kalau selama ini peternak tidak tahu bagaimana memberikan pakan yang bermutu bagi ternaknya bisa mengalami kerugian.
“Saya sebagai peternak sudah sering mendapatkan pelatihan seperti ini namun belum pernah ada pendampingan. Sebenarnya kami ingin hasil praktiknya diberikan kepada kambing dan sapi kami untuk percobaan. Kalau bagus pasti semua petani akan mengikuti,” tandasnya. (Sukri)














