ArtikelBeritaResensi

Ketika Cinta Berawal Dari Kebohongan

×

Ketika Cinta Berawal Dari Kebohongan

Sebarkan artikel ini
Ketika Cinta Berawal Dari Kebohongan
KETIKA CINTA BERAWAL DARI KEBOHONGAN

Judul Novel : Fasava 

Penulis : Aniqotuz Zahro
Penerbit : Ikon Imprint Penerbit Serambi
Tahun Terbit : Pertama, Agustus 2016
Tebal buku : 251 halaman
Harga : Rp 65.000
Siapa yang mau dijodohkan? Di zaman sekarang tidak semua remaja menerima perjodohan, mereka hanya ingin mencari pasangan hidupnya sendiri. Tapi apa yang terjadi bila perjodohan itu tetap dipaksakan? Hal ini terjadi pada Fava seorang anak yang sudah dijodohkan oleh ibunya.

Tema percintaan dalam novel ini menceritakan tentang dua karakter yang berbeda yakni Fasa dan Sava. Fasa sosok yang polos dan menyebalkan sedangkan Sava sosok wanita yang cerdas dan memiliki banyak akal dalam menyelesaikan masalah. 

Pada suatu hari, Fasa dan Sava bertemu dikampus ketika itu Fasa terlihat panik dan meminta Sava untuk mengantarkan ke Rumah Sakit untuk menjenguk ibunya, ketika tiba di Rumah Sakit Fasa mengenali Sava kepada ibunya dan mengaku bahwa ia adalah kekasihnya, Savapun terkejut mendengar kebohongan yang dibuat Fasa. Ia terpaksa berbohong untuk menghindari perjodohan yang sudah di rencanakan ibunya. Kebohongan Fasa membuat Sava tinggal bersama dengan orang tuanya. Orang tua Fasa yang bernama tante Tata begitu menyayanginya. Sava pun berusaha untuk mengakhiri semua kebohongan ini tapi Fasa menolak untuk mengakuinya dengan alasan ia ingin mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya. 

Suatu hari, Sava mengetahui bila Fasa sedang memperhatikan wanita yang ternyata adalah temannya ketika SMA, wanita yang disukai Fasa bernama Sara. Sava memberikan solusi dengan membuat Fasa dan Sara pacaran dengan begitu tante Tata tidak akan marah karena ada Sara yang memang dicintai anaknya. Sava selalu membantu Fasa untuk membuat mereka dekat. Sava berfikir sebentar lagi masalahnya selesai. Hingga suatu hari, Fasa dan Sava menjadi teman, Fasa mengaku Sava adalah wanita yang baik selalu membantu dia mendapatkan Sara. Awal pertemanan merekapun dimulai.

Pada suatu hari di malam ulang tahun Fasa yang ke-19 orang tua Fasa menyusun rencana di belakang rumah untuk membuat Fasa dan Sava dinner(makan malam) bersama, hal itu membuat keduanya senang dan merasakan malam yang begitu indah. Di malam itu juga Fasa mendapat telepone dari Sara yang tidak sengaja didengar Sava, ternyata Sara mengungkapkan perasaannya, akhirnya mereka berduapun pacaran. Sava yang mendengar merasa aneh tiba-tiba dia merasa sakit hati mendengarnya, seharusnya dia bahagia rencana yang disusunnya berhasil, dia bisa bebas dari keluarga Fasa tetapi diapun tidak rela untuk kehilangan keluarga yang menyayanginya. Perasaan anehpun muncul sepertinya Sava mencintai Fasa. Fasapun merasakan hal yang aneh sepertinya Sava menghindar darinya ia merasa kehilangan sosok Sava yang dikenal dulu perasaan cintapun timbul diantara mereka berdua. 

Suatu malam, mereka duduk bersama di halaman belakang, Fasa berkata bahwa ia akan mengakhiri semua kebohongan ini, Fasapun siap jika harus dijodohkan dengan ibunya. Savapun bingung dan bertanya apakah Fasa sudah melihat wanita yang dipilih ibunya dan Fasapun masih menyimpan foto seorang gadis kecil pilihan ibunya. Sava terkejut melihat foto itu ternyata yang selama ini dijodohkan tante Tata adalah dirinya tetapi ia tidak pernah mengetahui sebelumnya. 

Beberapa hari kemudian, Sava ingin mengakhiri semua kebohongannya dan bertanya dengan tante Tata benarkah wanita yang dijodohkan itu adalah dirinya dan mungkin itu alasan mengapa tante Tata dan om Ian begitu menyayanginya dan tante Tata menceritakan semua tentang perjodohan itu. Sava meninggalkan rumah Fasa dan kembali kerumahnya ia berusaha menghindari Fasa. Fasapun terus mencari Sava. Hingga suatu hari Fasa menemukan Sava dirumahnya dan mengungkapkan perasaannya dan Fasa mengajak dinner(makan malam) bersama ibu dirumahnya. Fasa sudah menyiapkan sebuah kejutan, dia juga sudah mengakhiri hubungannya dengan Sara hingga dimalam itu merekapun duduk bersama dibelakang rumah Fasa berkata bahwa ia sangat mencintai Sava dan akhirnya merekapun hidup bersama.

Dengan cerita yang dipaparkan di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa cinta tidak bisa dibuat main-main apa lagi dengan kebohongan, selesaikan masalahmu bukan malah menambah masalah baru untuk orang lain. Perjodohan bukanlah hal yang mudah dan untuk orang tua janganlah memaksakan kehendak yang anak tidak inginkan, anak akan mencari cara untuk membatalkan itu semua seperti kisah di novel ini dengan membohongi orang tua untuk tidak dijodohkan. 

Novel ini juga mudah dipahami karena isi novel menyangkut kehidupan pada remaja sekarang, didalam isi cerita penulis memberikan gambar-gambar sehingga pembaca dapat membayangkan tokoh-tokohnya.

Terdapat gambar-gambar didalam novel yang berwarna hitam putih, sebaiknya diberi warna agar lebih menarik. Bahasa yang digunakan adalah bahasa remaja seperti loe, gue, dll, seperti tertuju untuk khalangan remaja saja.
Penulis : Irni Wahyuni
Prodi     : Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page