![]() ![]() |
| Foto : Dra, |
JEMBER – Pendidikan gratis yang selama ini menjadi ajang perbincangan di publik Jember. 22 program janji kampanye Bupati Jember kini harus diperjelas secara umum kepada masyarakat.
Menurut H. Rosyadi Badar, selaku Kepala Kemenag kabupaten Jember, pada saat di temui di ruang kantornya mengatakan, “Kita sudah membaca dan mencoba bergerak dari bawah, saya mengumpulkan kepala sekolah negeri atau swasta terkait sekolah gratis barangkali menjadi kemauan dari mereka untuk menjembatani dalam peraturan bupati tentang sekolah gratis.” Tandasnya, Jum’at, (24/06/2016).
“Sekolah gratis apakah zero,? apakah hanya untuk yang miskin saja terus yang menengah keatas tetap bayar atau sama sekali zero atau semua biaya sekolah tidak ada tetapi lewat komite masih bisa atau sama sekali tidak ada apapun dengan jaminan bahwa mereka akan juga memberikan fasilitas secukupnya, apalagi menyangkut kemajuan dari lembaga pendidikan harus ada jaminan itu.” kata Rosyadi.
Pada saat ini Kementrian Agama Kabupaten Jember masih mengkomunikasikan dengan dengan Bupati dr. Faida, terkait sekolah gratis.
Kepala kemenag menjelaskan, “ini masih di komunikasikan, tetapi kalau dr. Faida itu menginginkan gratis? kita tinggal liat polanya gratis kayak apa? seharusnya bersinergi karena walaupun Kementrian Agama Vertikal punya tanggung jawab langsung ke pusat tetapi masyarakat yang kita layani publiknya masyarakat Jember, jadi pasti ada sinergitas dari pemerintah daerah.” jelasnya.
Kami berharap, pastinya kalau Kementrian Agama tentunya seperti yang saya sampaikan di atas, kalau kita layani masyarakat Jember pasti ada perhatian dari pemerintah daerah. “Saya kira ada indikasi baik dari pemerintah daerah yang akan memperhatikan madrasah, pesantren, dan lembaga-lembaga keagamaan yang lain dan ada koordinasi dengan Kementrian Agama,” tutub Rosyadi. (rif/dra)














