foto : Istimewa
Sampang, Radar x. net – sebanyak kurang lebih dari 25 tanda tangan wali murid dari SDN Madulang 2 Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, telah dipalsukan sehingga mereka harus mengadu ke Polres setempat beberapa pekan lalu.
Dengan kerja keras dan bentuk keseriusan serta kesigapan penyidik dari satuan reserse kriminal (Sat.reskrim) Polres Sampang jajaran Polda Jawa Timur, kini kasus tersebut dikembangkan, dan penyidik telah memanggil saksi-saksi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kanit Tipidter Polres Sampang Aipda Rendra Hermansyah, saat dikonfirmasi oleh media melalui telepon selulernya, pada Jum’at, 12/01/2024, sore.
“Ya betul saya yang menangani pengaduan ini.” ucap Rendra
“Betul mas….! Kami sudah memanggil beberapa saksi, untuk dimintai keterangan.” lanjutnya
“Karena saksi-saksinya banyak, kami juga butuh waktu untuk menghadirkan para saksi ke kantor.” cetusnya
Saat disinggung nama, diantara para saksi yang telah dipanggil itu, Kanit Tipidter Polres Sampang itu, masih belum bisa memberikan penjelasan dengan lugas.
“Waduh…! Banyak saksi-saksinya mas. Tapi yang jelas kasus ini terus kami dalami.” ungkapnya


Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat setempat yang enggan namanya dipublikasikan, berharap polisi (Sat Reskrim Polres Sampang) bisa mengungkap pelaku dari pemalsuan dokumen (tanda tangan palsu) puluhan wali murid.
“Ya… Kalau saya sangat berharap kepada penyidik Polres Sampang, untuk terus mendalami kasus ini, sehingga pelaku pemalsuan tanda tangan wali murid, segera terungkap.” tuturnya
“Akibat dari peristiwa ini, situasi dimasyarakat dikawatirkan tidak akan kondusif, karena Masyarakat merasa dibohongi.” imbuhnya
Dikatakannya, jika kasus ini dibiarkan atau lamban, maka para pelaku kejahatan tidak akan pernah berhenti sehingga berniat akan mengulangi perbuatannya.
“Yang paling saya sayangkan, jika kasus ini lamban atau berhenti, saya yakin Masyarakat tidak akan percaya lagi kepada penegak hukum (Polisi).” ungkapnya
“Semoga saja, dan harapan Masyarakat, polisi betul-betul menangani kasus ini dengan objektif, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, mengingat di Kecamatan Omben belakangan ini sedang dilanda masalah.” pungkasnya penuh prihatin
(Korwil Madura/Tim)














