![]() |
| Pertandingan Kapolda Cup Antara Polres Jember dan Polres Banyuwangi (Foto:Rullah) |
JEMBER – Dalam rangka piala Kapolda Cup 1, Bhayangkara Fc Polres Jember, mengalahkan Bhayangkara Fc Polres Banyuwangi dengan scor 2-1, di depan pendukungnya sendiri, bahkan ratusan pasang mata yang ikut mendukung tim kesayangannya masing-masing, dengan membunyikan tabuan dan meneriakkan yel yel sepak bola di stadion JSG Ajung Jember Jatim, Selasa (25/10/2016).
Jalannya pertandingan babak 1, banyak di kuasai polres Jember. Sehingga, pada menit ke-3 babak 1 pemain Jember, Danil Resa berhasil menyarangkan bola ke gawang Banyuwangi 1-0 untuk Jember. serangan kedua, saling serang antara dua tim silih berganti. Dengan sengitnya serangan dan saling bertahan sehingga terjadilah pelanggaran di daerah polres Jember, dan tendangan pemain Banyuwangi, Nanang Paulus berhasil masuk gawang sekor sama 1-1 sampai peluit babak 1 di tiup wasit.
Memasuki babak 2, adu talenta semakin ditunjukkan bahkan wasit banyak mengeluarkan kartu untuk kedua tim tersebut. Dan pada akhirnya, pelanggaran terjadi di daerah Banyuwangi, pemain polres Jember, Bambang berhasil mencetak gol lagi kegawang Banyuwangi, sampai peluit panjang di bunyikan wasit. Sementara keadaan tetap unggul polres Jember 2-1.
Pelatih tim Polres Banyuwangi, Ahmad Karim mengatakan, ”saya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit yang banyak merugikan Banyuwangi, coba tadi pelanggaran yang dilakukan Jember, tak ada peluit dan bermain terus, tetapi apabila Banyuwangi yang melanggar wasit dengan cepat meniup peluit, mangkanya sepak bola indonesia tak maju karena dirusak mafia wasit seperti ini,” ujarnya dengan nada tinggi.
Dikatakannya, ” ini piala Kapolda yang notabene mencari bibit pemain dari Polisi, tetapi kalau setiap pertandingan seperti ini, maka sepak bola indonesia sulit untuk bisa maju, karena wasit telah ter organisir dengan rapi,” tandasnya.
Sementara itu, pelatih polres Jember, Putut Wijanarko, menyatakan kepuasannya dengan anak didiknya saat bermain, ”saya puas dengan hasil 2-1 ini, anak-anak telah bermain bagus dan habis habisan, ini awal modal untuk pertandingan berikutnya karena dengan nilai poin 3 ini, modal untuk tim dari polres Jember.” Tegas mantan pemain Persebaya ini.
Putut menambahkan, ”saya kira wasit bagus dan netral, bahkan wasit banyak mengeluarkan kartu kuning karena permainan sudah tidak steril lagi,” tambahnya.
Pantauan Radar-X di lapangan saat pertandingan, polres Jember babak pertama menguasai jalannya pertandingan, memasuki babak kedua permainan polres Jember menurun, bahkan permainan sempat di kuasahi polres Banyuwangi. Sempat terjadi keributan kecil karena pelatih Banyuwangi tak puas dengan wasit Zainal Efendi yang juga mantan wasit nasional.(Rullah)












