BeritaKesehatanPemerintahan

Kampung KB, Revolusi Berbasis Keluarga

×

Kampung KB, Revolusi Berbasis Keluarga

Sebarkan artikel ini
Pencanangan Kampung KB Dusun Dukuhsia Sebagai Percontohan  Di Kabupaten Jember
Foto : Herry,  

JEMBER – Pencanangan Kampung KB di Dusun Dukuhsia Desa Rambi Gundam Kecamatan Rambipuji Oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (BppkB) Kabupaten Jember  Oleh Bupati Jember, dihadiri Dandim 0824 Letkol Inf. M. Nas dan  Perwakilan BKkbN Jawa Timur, Edi Arismanto, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Jember, Muspika dan Kades Se Rambipuji dan ibu-ibu Kader, merupakan gerakan bersama-sama, sinergi Program Nasional KkbpK, selasa (22/03/2016).

dr. Hj. Faida, MMR. Bupati Jember, sebelum pencanangan Kampung KB,  mengunjungi beberapa tempat Kegiatan Pembinaan KKBPK yang ada di Dusun Dukuhsia, antara lain ke Tempat Pelayan KB, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR), Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) juga Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang bersinergi dengan Pemberdayaan Perempuan dengan materi pelatihan Menjahit untuk mendapat ketrampilan Usaha. Semangat masyarakat cukup tinggi dan antusias mengikuti pembinaan dan arahan Bupati Jember.

“Kampung KB ini sebagai contoh dimana di satu kampung secara koprehensif kegiatan kependudukan dan kegiatan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Sejahtera secara bersama-sama akan kita jadikan contoh Perubahan dengan melakukan Revolusi Mental Berbasis Keluarga  di Kabupaten Jember,” jelasnya.
  

Pernikahan usia dini, ujar Faida lebih lanjut, masih banyak, ini dipengaruhi budaya, ibu-ibu muda menikah di usia belia, tadi ada yang 16 tahun dan ibu ini sekolah sampai di SMP, nanti kita bantu ibu-ibu ini agar lebih berkualitas setelah anaknya agak besar untuk mengikuti  paket-paket Kejar supaya mereka bisa dapat sertifikat. Kita  tetap menggalakkan KB, segala  sesuatu  yang kita rencanakan hasilnya akan lebih baik,kita tekankan kualitas pada generasi kita mendatang, kualitas keluarga, Keluarga Berencana sangat penting.

Di tempat lain, Dra. Lilik Hartini, Msi. Kepala BPPKB Jember mempunyai alasan  mengapa  Dusun Dukuhsia ditetapkan sebagai kampung KB. “Beberapa alasan mengapa kami memilih di Dusun Dukuhsia, antara lain kepesertaan KB sudah 76% namun peserta KB, MKJP, hanya 6% saja dan masih tingginya perempuan menikah usia di bawah 20 tahun. Dalam rangka mewujudkan Kampung KB, yang akan kami lakukan, adalah meningkatkan jejaring kerjasama lintas sektor dalam rangka mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya kaum perempuan yang hari ini juga dimulainya pelatihan menjahit bagi ibu-ibu.” pungkasnya.(herry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page