Berita

Jeritan Warga Lansia Jember: Belum Sarapan demi Antre Bansos, Nenek Raplia Berakhir Pingsan

×

Jeritan Warga Lansia Jember: Belum Sarapan demi Antre Bansos, Nenek Raplia Berakhir Pingsan

Sebarkan artikel ini

JEMBER – Penyaluran bantuan pangan pemerintah tahun 2026 di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, diwarnai antrean panjang warga. Seorang balita hingga lansia harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan bantuan beras alokasi Februari dan Maret yang dibagikan di kantor desa setempat, Kamis (21/5/2026).

Balita bernama Umar Faruq (1), warga Dusun Gumitir, ikut mengantre bersama ibu dan neneknya yang tercatat sebagai penerima bantuan. Mereka berangkat dari rumah sejak pukul 08.00 WIB dan baru dapat kembali sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keluarga, warga Dusun Gumitir mendapat giliran antre lebih awal sehingga proses pengambilan bantuan dapat selesai dalam waktu sekitar dua jam.

Di lokasi yang sama, kondisi berbeda dialami Raplia (60), warga Dusun Duplang, Desa Kamal. Raplia datang bersama cucunya, Albab, sejak pagi untuk mengambil bantuan beras. Namun hingga menjelang pukul 12.00 WIB, antrean belum juga selesai.

Akibat kelelahan dan diduga belum sempat sarapan, Raplia akhirnya pingsan di tengah antrean. Peristiwa itu sontak membuat cucunya panik dan menarik perhatian warga lain yang berada di lokasi.

“Nenek saya tidak sarapan pagi karena terburu-buru berangkat antre beras di kantor Desa Kamal,” ujar Albab kepada awak media.

Sejumlah warga kemudian memberikan pertolongan dengan memberikan minuman dan makanan ringan hingga kondisi Raplia berangsur membaik.

Dalam situasi tersebut, Albab mengaku sempat mendapat arahan dari salah satu kepala dusun agar langsung mengambil beras mewakili neneknya. Namun, menurut pengakuannya, salah satu petugas penyaluran justru meminta agar pengambilan dilakukan keesokan hari.

Bantuan beras tersebut merupakan bagian dari program penyaluran bantuan pangan pemerintah tahun 2026 yang dibagikan kepada warga penerima manfaat di Desa Kamal. Penyaluran dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Kamal, Imam Dwi Prasetyo.

Menanggapi keluhan warga terkait antrean panjang, Imam Dwi Prasetyo menyampaikan permohonan maaf. Ia mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah membuat jadwal pembagian guna mengurangi penumpukan warga saat pengambilan bantuan.

“Pemerintah desa sudah membagi jadwal untuk mengurangi antrean. Jadi bilamana dari kami dalam memberikan pelayanan masih jauh dari kata memuaskan, saya selaku PJ Kepala Desa Kamal yang bertanggung jawab penuh mohon maaf,” ujarnya kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Dusun Kopang Desa Kamal, Umar, menjelaskan bahwa sebelum penyaluran dilakukan, pihak desa telah mengadakan rapat koordinasi. Dalam rapat tersebut, petugas diminta memprioritaskan warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.

“Dua hari sebelum penyaluran sudah dirapatkan bahwa penerima bantuan yang sepuh dan difabel harus didahulukan. Barangkali di Dusun Duplang ada RT yang lupa menyampaikan informasi itu,” kata Umar.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena penyaluran bantuan yang seharusnya membantu masyarakat justru menimbulkan antrean panjang hingga berdampak pada kondisi kesehatan penerima lanjut usia. Warga berharap ke depan sistem distribusi bantuan dapat dilakukan lebih tertib, cepat, dan mengutamakan kelompok rentan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. – RCX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page