Aceh Tenggara, Radar-x.net – Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry mengatakan tidak ada intimidasi terhadap aktivis mahasiswa. Pernyataan tersebut dilontarkan apel perdana pasca libur akhir tahun di lapangan Sekdakab pada Senin 5 Januari 2026.
Selain itu, Bupati Salim Fakhry bahkan menyebutkan, bahwasanya IPMAT Banda Aceh telah memprovokasi masyarakat terkait kenerjanya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) IPMAT Banda Aceh, Daffa menantang ucapan bapak Bupati Aceh Tenggara untuk membuktikan bahwasanya tidak adanya intimidasi terhadap aktivis mahasiswa dan mahasiswa yang memprovokasi masyarakat.
”Jika Bupati Salim Fakhry tidak bisa membuktikan ucapannya itu, maka bapak lebih baik mundur dari jabatan karena dianggap otoriter dan anti keritik,” ujar Daffa, Senin 5 Januari 2026.
Daffa mengungkapkan, ada tiga orang tidak dikenal (OTK) mendatangi rumah Hamas Muda yang merupakan salah satu aktivis mahasiswa aktif di UIN Ar-raniry dan pengurus IPMAT Banda Aceh.
Diketahui, otk tersebut datang tengah malam ke rumah Hamas, untuk menyuruhnya meminta maaf di media sosial karena telah melakukan keritikan terhadap Pemerintah.
”Ini adalah tindakan yang tidak baik dan tidak beretika. Dikarenakan melibatkan permasalahan kepada orang tua dan keluarga,” ucapnya.
Daffa mengatakan, seharusnya, sebagai pemimpin segala permasalahan di selesaikan dengan baik langsung ke orang yang bersangkutan.
Namun terlihat jelas, perlakuan ini dibenturkan dengan keluarga aktivis mahasiswa tersebut.
”Sebagai pemimpin, Bupati Aceh Tenggara harus mempertanggungjawabkan ucapannya itu,” pungkasnya. (JUN)














