Ijin Tebang Kayu Muncul, 4 Pohon Kayu Sono Keling Hilang

0
0

JEMBER, RADAR-X.net – Pada Jum’at 16 Juli 2021 pada pukul 10,00 WIB di pendopo kantor desa terjadi dialog antara masyarakat dusun Krajan dengan kepala desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

Dialog beberapa warga masyarakat Krajan dengan Supardi kepala desa Jenggawah tersebut, karena berkaitan dengan dikeluarkannya ijin tebang kayu sengon di Tanah Kas Desa (TKD) Jenggawah.

Seperti disampaikan dalam forum tersebut oleh Suyanto warga asal dusun Langsepan RT.07/RW.04 Jenggawah bahwa, terkait ijin tebang kayu sengon di atas gunung Jenggawah itu, kepala desa Jengawah disinyalir telah menyalahi aturan Uandang-Undang yang berlaku.

“Sebabnya kenapa kalau pak kades tetep bersikukuh membela diri dengan alasan karena penyewa lahan itu terjadi kesepakatan dengan almarhum Sa’i Farid kepala desa yang lama sejak dirinya belum menjabat sebagai kepala desa Jenggawah.” Kata Suyanto.

Suyanto menambahkan, dengan mempertanyakan masa bakti Sa’i almarhum kades lama berakhir tahun berapa? Seingatnya masa jabatan kades Sa’i terakhir tahun 2018 yang lalu. Dengan demikian Sesuai ketentuan, UUD No 7 tahun 2014. Tentang desa, bahwa bilamana masa bakti kepala desa habis, maka segala bentuk kesepakatan, kerjasama dan kebijakannya dalam menegakkan aturan dilakukan oleh kepala desa yang baru/menjabat.

Baca Juga:  LSM KPK Nusantara Kabupaten Madina Menduga Pemilihan BPD Sopo Batu Tidak Transparan

“Pada intinya kami bersama teman-teman masyarakat desa Jenggawah ini mengharapkan pak kades melakukan langkah tegas segera menghentikan kegiatan terkait dengan pemotongan kayu sengon ini tidak dilanjutkan. Agar supaya persoalan ini jelas dulu, apa dan bagaimannya sistem yang dijalankan di desa Jenggawah ini terkait penyewaan lahan seluas 3,5 Ha. Hal itu menurut penjelasan kepala desa terjadi sejak masa jabatan kepala desa yang lama. Maka kami beserta rekan-rekan masyarakat Jenggawah ini meminta pertanggung jawaban kepala desa sekarang.” Jelas Suyanto.

“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa sampai muncul ijin tebang untuk kayu sengon itu, padahal tentunya pak kades dan pak sekdes tau, kalau terkait penebangan kayu sengon di lahan TKD ini bermasalah, la kok sekarang sudah terbit ijin penerbangannya, Pak Kades kok berani mengeluarkan Ijin tebang.” Tandas Suyanto.

Dialog beberapa warga masyarakat Krajan dengan Supardi kepala desa Jenggawah, karena terkait dikeluarkannya ijin tebang kayu sengon. (Foto:ltf)

“Kalau yang berkaitan dengan hilangnya 4 pohon kayu Sono Keling, karena kayu itu termasuk pohon yang dilindungi maka menjadi tanggung jawab desa. Biar pak kades laporkan nanti pada pihak yang berwajib, yang tentunya nanti pak kades bisa menunjukkan pembuktiannya pada masyarakat kalau itu sudah dilaporkan ke Polisi.” Tegas Suyanto.

Baca Juga:  Biaya ACC Di Samsat Gowa Jadi Keluhan Warga

Menurut Supardi kepala desa Jenggawah saat dikonfirmasi awak media menjawab tuntutan warga bahwa, terkait hal itu dirinya akan coba koordinasikan dulu nanti malam dengan pihak penjual kayu sengon tersebut.

Sementara Rohim sebagai (perantara) transaksi penjualan kayu sengon tersebut mengatakan, dirinya berani memotong kayu tersebut karena sudah ada surat ijin penebangan ini dari kepala desa.

“Saya berani memotong kayu ini disini karena sudah ada surat ijin penebangan ini dari pak kades, dan saya sudah membayar uang pembelian kayu sengon ini pada pak kades Supardi kira-kira 5 hari yang lalu.” Jelas Rohim yang mengaku warga desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Jember.

Bersambung….

(Ltf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.