Hj. Dariyah Diarak Dalam Acara “Mlebu Balai Desa“ Diikuti Ratusan Warga

0
61

INDRAMAYU, RADAR-X.net – Salah satu adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Mundak Jaya kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu, merupakan peninggalan dari nenek moyang masih tetap dilakukan.

Salah satu adat tersebut, “Mlebu Kantor Desa” yaitu bentuk kegiatan masyarakat kepada salah satu kuwu terpilih dalam memasuki kantor desa. Iring-iringan warga menghantarkan kuwu terpilih usai dilantik dan siap menjabat sebagai orang nomor satu di desanya.

Ucapan rasa syukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus berdoa untuk tolak bala (menolak segala sesuatu yang kurang baik). kemudian diadakan doa bersama, guna membawa pemerintahan yang amanah.

Adat yang baik ini selain mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan juga sebagai ajang melestarikan adat budaya peninggalan nenek moyang desa Mundak Jaya, Kamis (28/10/2021).

Tradisi “mlebu kantor desa”, kuwu (kepala desa) merupakan sebuah tradisi yang dilakukan ketika pergantian kuwu baru serta memiliki makna sebagai rasa penghormatan dan penghargaan kepada leluhur atau masyarakat desa Mundak jaya.

Adanya kegiatan “Mlebu kantor desa” untuk menemukan nilai-nilai masyarakat yang tidak dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari, upacara adat mlebu kantor desa pada 20 Agustus lalu senantiasa mengingatkan manusia tentang eksistensi mereka dan hubungan mereka dengan lingkungan, hubungan masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Baca Juga:  Sambut HUT TNI KE-71, Kodim 0104/Aceh Timur, Gelar Berbagai Lomba

Di dalamnya selain terdapat ucapan syukur tetapi juga terdapat interaksi sosial antara warga desa dengan kuwu seperti interaksi antara manusia dengan tuhan dan interaksi manusia dengan para leluhur.

Adat “Mlebu kantor desa” merupakan rangkaian proses sebagai perwujudan syukur.

“Kegiatan adat ini memiliki makna yang luas bagi masyarakat yang mempercayai dan mempunyai tradisi ini khususnya warga desa Mundak Jaya. Bahkan, sebuah Pelajaran budi pekerti dan nilai-nilai luhur yang terkandung dari akar tradisi Jawa khususnya warga yakin berbagai tradisi nusantara mempunyai nilai-nilai yang sama,” jelas Kuwu Hj. Dariyah.

Tradisi mlebu kantor desa diikuti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ulama, dan ratusan warga desa Mundak jaya.

“Tradisi ini memiliki nilai filosofis dan sarat makna,” kata Kuwu.

(Idi.S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.