BATU BARA, RADAR-X.net – Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI (LT.KPSKN.PIN-RI) Bersama Staf Media Kliktodaynews.com dampingi warga dari tiga Desa Kec. Limapuluh pesisir datangi Kantor DPRD Kab. Batu Bara Senin (01/11/2021)
Kedatangan warga dari tiga Desa ke kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan nya terkait pintu Klep yang berada di Dusun 1 Desa perupuk yang menurut warga pintu klep yang di bangun Pemerintah Kabupaten Batu Bara dengan nilai ratusan Juta itu belum memberi manfaat bagi masyarakat Sekitar.
Kedatangan warga dari tiga Desa ke kantor DPRD Kab. Batu Bara disambut baik Ketua DPRD Komisi 1 bersama anggota di ruangan nya, Dalam kunjungannya warga mendesak Ketua DPRD untuk meninjau keadaan pintu Klep yang mengaliri tiga Desa tersebut.
Disampaikan Nasri 38, “Memang dulu kami meminta kepada Pemerintah agar alur sungai itu dibangunkan pintu Klep berharap air asin dari laut tidak masuk ke lahan pertanian, namun sampai saat ini apa yang diharapkan tidak dapat terwujud walaupun sudah dibangun pintu klep itu.”ujar warga
“Pintu Klep belum bermanfaat kepada kami, walaupun sudah dibangun, sampai saat ini air tetap masuk kelahan pertanian” Sebutnya
Menurut warga air masuk berasal dari alur sungai yang dibuat saat melakukan pembuatan pintu klep, walaupun pintu klep sudah selesai dikerjakan alur sungai buatan itu tidak ditutup kembali oleh pihak rekanan.
“Tambah lagi pintu klep yang dibuat tidak menggunakan sayap penahan air hingga air tetap masuk di bagian pinggir pintu Klep, Selain itu pintu klep juga sudah retak dan miring.” Terang warga
Adapun warga dari tiga Desa yang mendatangi Kantor DPRD Komisi 1 Desa Perupuk Desa Guntung dan Desa Titi Putih, yang diwakili masing – masing Desa diwakili 3 orang.
Ketua DPRD Komisi 1, Azhar Amri A.Mk, Mengatakan sangat mengapresiasi kedatangan warga ke kantor DPRD Komisi 1, Ia berjanji akan meninjau langsung pintu klep yang berada di Dusun 1 Desa Perupuk tersebut untuk mengetahui lebih detail apa saja yang menjadi penyebab air tetap masuk ke areal Pertanian. (Ham)














