Aceh Tenggara, Radar-x.net – Banyaknya stok Gas Elpiji 3 Kg di beberapa pangkalan, membuat Agen dan Pangkalan beda wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) berinisiatif menurunkan harga jual agar stok gas tersebut habis.
Persaingan antara pangkalan dan agen yang ada di daerah tersebut, membuat banyak pangkalan merugi.
Dari berita sebelumnya, dimana salah satu pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Kecamatan Babusalam yang enggan disebutkan namanya kepada media, Rabu (08/03/2023) mengatakan, Kejadian seperti ini sudah terjadi begitu lama, dari tahun 2022 tepatnya bulan 6 tahun lalu, untuk harga eceran tertinggi (HET) jual tabung gas elpiji 3 kg subsidi ini memang sudah tidak stabil, hingga puncaknya pada bulan ini, semakin meresahkan para penjual (pangkalan) resmi.
Dikatakannya, kami penjual (pangkalan) gas resmi mengeluhkan, karena tidak relevan lagi terkait keuntungan yang kami dapat sudah jauh di bawah dari harga HET.
Saat ini pangkalan ada yang menjual rugi, di bawah harga penebusan Gas Elpiji 3 kg subsidi, di lapangan kita melihat pangkalan menjual dengan harga Rp.15.000,- per tabung. Padahal mereka wajib tebus ke agen/distributor dengan harga Rp.15.500 per tabung.
“Tetapi dengan keadaan saat ini para pangkalan resmi mengatakan jika tidak ikut harga di lapangan maka barang mereka tidak laku, mau tidak mau mereka harus ikut situasi terkini, menjual dengan harga Rp.15.000 per tabung.” Sebutnya dengan nada sedih
Ia juga mengungkapkan, Pemda Aceh Tenggara dan Pihak Pertamina jangan hanya diam alias tutup mata, para agen/distributor Gas Elpiji 3 kg subsidi di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) harus di panggil serta duduk bersama. Agar para penjual (pangkalan) gas elpiji 3 kg reami tidak rugi, dan seluruh aktivitas usaha penjualan bisa terjaga dengan kondusif.
Pemerintah Daerah dan Pihak Pertamina harus ada solusi dan kepastian dalam usaha dagang gas elpiji 3 kg ini, jika tidak di carikan solusi maka kami para pakalan resmi akan rugi. Ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Rusmin Kasi Perdagangan di Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) saat di konfirmasi media ini, Kamis (09/03/2023) di ruangan kerjanya menjelaskan, kita sudah turun ke lokasi dan memastikan hal tersebut, dan membenarkan harga tebus pangkalan ke agen sebesar Rp.15.500,- kenapa di jual di bawah harga Rp.15.000,-.
Rusmin juga menyebutkan, dalam waktu dekat kita akan menyurati agen dan pangkalan gas yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara, supaya harga yang di jual ke masyarakat sama dan tidak di jual di atas Harga Enceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
“Kita akan melakukan pertemuan antara pangkalan dan agen, serta pihak pihak terkait lainnya, agar persoalan ini kita mengetahui, apa penyebab terjadi hal seperti itu.” Ujar Rusmin. (RH).














