BeritaTerbaru

Harga Jual Gas Elpiji 3 Kg di Agara Anjlok Menurun, Pangkalan: Pemda dan Pertamina Jangan Tutup Mata

×

Harga Jual Gas Elpiji 3 Kg di Agara Anjlok Menurun, Pangkalan: Pemda dan Pertamina Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

Aceh Tenggara, Radar-x.net – Banyaknya pangkalan atau penjualan Gas Elpiji 3 Kg di Kabupaten Aceh Tenggara Mengeluh, Terhadap Persaingan Penjualan Yang Tidak Wajar.

Pasalnya, harga eceran tertinggi (HET) jual gas elpiji 3 Kg Subsidi setiap pangkalan saat ini di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sesuai dengan SK Bupati Aceh Tenggara nomor: 500/243/2020 dengan harga Rp.19.000,- per tabung.

Tetapi saat ini pangkalan gas elpiji 3 Kg sudah jual rugi, karena banyak pangkalan beda lokasi binaan distributor (agen) menjual dengan harga Rp.15.000,- per tabungnya.

Banyak penjual (pangkalan) gas elpiji 3 Kg sangat rugi, terlihat pihak Pemda dan Pertamina terkesan tidak merespon keadaan yang terjadi. Sangat disayangkan, para pangkalan gas di Kabupaten Aceh Tenggara, begitu kecewa dengan kejadian ini.

Salah satu pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Kecamatan Babusalam yang enggan disebutkan namanya kepada media, Rabu (08/03/2023) mengatakan, Kejadian seperti ini sudah terjadi begitu lama, dari tahun 2022 tepatnya bulan 6 tahun lalu, untuk harga eceran tertinggi (HET) jual tabung gas elpiji 3 kg subsidi ini memang sudah tidak stabil, hingga puncaknya pada bulan ini, semakin meresahkan para penjual (pangkalan) resmi.

Dikatakannya, kami penjual (pangkalan) gas resmi mengeluhkan, karena tidak relevan lagi terkait keuntungan yang kami dapat sudah jauh di bawah dari harga HET.

Photo, Salah Satu Penjualan (Pangkalan) Gas Elpiji 3 Kg Di Kecamatan Babussalam Menjual Jauh Dibawah Harga HET.

Saat ini pangkalan ada yang menjual rugi, di bawah harga penebusan Gas Elpiji 3 kg subsidi, di lapangan kita melihat pangkalan menjual dengan harga Rp.15.000,- per tabung. Padahal mereka wajib tebus ke agen/distributor dengan harga Rp.15.500 per tabung.

“Tetapi dengan keadaan saat ini para pangkalan resmi mengatakan jika tidak ikut harga di lapangan maka barang mereka tidak laku, mau tidak mau mereka harus ikut situasi terkini, menjual dengan harga Rp.15.000 per tabung.” Sebutnya dengan nada sedih

Ia juga mengungkapkan, Pemda Aceh Tenggara dan Pihak Pertamina jangan hanya diam alias tutup mata, para agen/distributor Gas Elpiji 3 kg subsidi di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) harus di panggil serta duduk bersama. Agar para penjual (pangkalan) gas elpiji 3 kg reami tidak rugi, dan seluruh aktivitas usaha penjualan bisa terjaga dengan kondusif.

“Ketika harga tinggi Pemerintah Daerah (Pemda) menegur kami, bahkan menindak pangkalan gas elpiji 3 kg di Agara, kami juga mengharapkan ketika harga sudah anjlok turun dari harga HET seperti saat ini, bisa dikatakan kami jual rugi, seperti tak ada yang melindungi hak hak penjual (pangkalan) resmi.” Ujarnya

Pemerintah Daerah dan Pihak Pertamina harus ada solusi dan kepastian dalam usaha dagang gas elpiji 3 kg ini, jika tidak di carikan solusi maka para pakalan resmi akan rugi.

Ia berharap Pemda secepatnya mencari solusi, jika perlu undang Pertamina sebagai pihak yang mengetahui terkait aturan yang berlaku untuk gas elpiji 3 kg subsidi ini. Pungkasnya. (RH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page