![]() ![]() |
| Foto : Sukri, |
BONDOWOSO – Peran tokoh agama seperti guru ngaji dan pengelola pendidikan Islam dalam mencegah faham radikalisme dan terorisme dinilai sangat strategis.
Untuk itu Sat Binmas Polres Bondowoso hari ini menghadiri Silaturahmi Guru Ngaji dan Pengelola Pendidikan Ma’arif NU se Kecamatan Cermee, dengan Tema “Meneguhkan Aqidah Ahlussunah Waljamaah dalam Upaya Menagkal Radikalisme dan Terorisme”, di Halaman Kantor MWC NU Kecamatan Cerme, Minggu (02/10/2016).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh MWC NU Kecamatan Cerme, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1438 H.
Selain hadir dalam kegiatan tersebut, anggota Sat Binmas Polres Bondowoso juga bertindak sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Sat Binmas Polres Bondowoso, menyambut baik kegiatan silaturahmi dengan guru ngaji tersebut, karena secara umum eksistensi para guru ngaji telah berjalan dinamis.
Peranan guru ngaji dalam upaya menekan beberapa tindakan yang menjurus ke arah negatif adalah sangat efektif. Ini mengingat guru ngaji mempunyai peran strategis, karena kesehariannya yang berhubungan langsung dengan generasi penerus bangsa, tidak hanya itu, guru ngaji juga dalam kesehariannya dekat dengan masyarakat dan menjadi panutan.
Dengan dilaksanakannya acara silaturahmi ini diharapkan dapat mendukung pembangunan masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah penyimpangan terhadap ajaran agama, aksi-aksi radikalisme, seperti teroris dan ISIS, serta berperan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yang saat ini merebak meracuni anak-anak bangsa.
Pantauan radar-x.net. Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten. Bondowoso, Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso, Muspika Cerme, anggota Sat Binmas Polres Bondowoso dan ratusan undangan.(sukri)















