

BANYUWANGI, radar-x.net – Forum Mahasiswa Revolusi (FORMASI) memanfaatkan bulan suci Ramadhan ini dengan mengadakan dialog dan buka bersama di Cafe Pinarak Banyuwangi, dengan tema “Pentingnya pemimpin religius nasionalis dalam menangkal radikalisme di Jawa timur”. Rabu,(6/06/18) pukul 15.00 WIB.
Dalam acara tersebut hadir kurang lebih 32 pemuda yang dikemas dan dibentuk brainstorming, acara berjalan dengan lancar meskipun bapak Haikal Khafili dan Taufik wr. Hidayat selaku pemateri dalam dialog tersebut, keduanya tidak dapat menghadiri, karena setelah di konfirmasi ada agenda keluarga.
Pada kesempatan tersebut Moh. Ibnu selaku peserta dialog menyampaikan, bahwa akar masyarakat Jawa Timur adalah agamis dan nasionalis yang menjadi banteng jawa timur selama ini, namun fenomena teror yang pelakunya adalah masyarakat Jawa Timur memberikan pukulan pada kita. “Masyarakat agamis dan nasionalis yang kita anggap membentuk masyarakat luhur pada realitasnya malah masih terdapat perilaku buruk,” ungkapnya.
Ibnu menambahkan, bahwa sosok calon Gubernur jatim sama-sama memiliki kultur yang kental nasionalis relugius, tapi paslon 2 lebih dekat bukan hanya secara ideologi tapi secara silsilah punya kaitan.
Selain itu, Sidik Maulana selaku peserta juga menyatakan, “berbicara nasionalisme dan agamis adalah satu kesatuan yang saling keterikatan. Tapi saya skeptis bila membawa simbol agama dalam kepemimpinan politik kebangsaan, karena agama urusan personalitas yang termanifestasi dalam wujud nasionalisme dalam konteks bernegara.
Sementara, Usman selaku panitia acara menyampaikan banyak terimakasih sudah mensukseskan acara ini karena pentingnya menyikapi paham radikalisme pada saat pemuda juga harus lebih exstra lagi dalam mengambil peran pada saat ini.
Menurut Usman, formasi pada moment politik saat ini rawan sekali dibuat kesempatan untuk menyebarkan paham-paham tersebut. ” Maka, pemimpin juga perlu kita fikirkan bersama kalaupun salah memilih pemimpin maka paham radikalisme juga akan lebih mudah untuk masuk di sekitar kita terutama di kalangan pemuda dan kampus-kampus,” ujarnya.
Maka dari itu, lanjut Usman, Paslon No 2 Gus Ipul dan Puti patut kita kawal bersama sehingga nanti bisa dijadikan patner dalam menangkal radikalisme di Jawa Timur. (M/B)














