Dugaan Adanya Pungli Di SDA Wilayah Pengamat Balung Jember

0
44

JEMBER, RADAR-X.net –  Berdasarkan informasi dari masyarakat pemanfaatan lahan (masyarakat penggarap lahan) Sempadan sungai wilayah pengamat Balung yang diterima media bahwa, di Era jaman sekarang ternyata kuat diduga adanya pungutan liar (Pungli).

Pungutan liar yang diduga tidak jelas kemana uang hasil dari penarikan yang dilakukan setiap tahunnya oleh seorang petugas juru pengairan wilayah pengamat Balung tersebut bervariasi nominalnya, namun kalau diakumulasikan semuanya hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap tahunnya,” terang masyarakat pengelola lahan Sempadan sungai yang tidak mau dicantumkan namanya pada media.

Padahal Regulasi tentang penarikan retribusi bagi masyarakat pemanfaat lahan stren/Sempadan sungai di tahun 2018 kemarin sudah di Stop/tidak boleh melakukan penarikan/pungutan retribusi oleh Faida MMR., saat beliau menjabat sebagai Bupati Jember saat itu.

Namun anehnya kebijakan Bupati perempuan yang meringankan pada masyarakat yang mengelola lahan stren/Sempadan sungai wilayah pengamat Balung itu diduga justru dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi oleh seorang juru yang bernama Gunawan.

Hasil Investigasi media di lapangan mendapati beberapa lembar bukti kwitansi sebagai tanda bukti bahwa telah membayar retribusi lahan yang ia kelola sudah bertahun-tahun. Yang menjadi pertanyaan adalah, disetorkan kemana, ke siapa uang hasil penarikan tersebut? Karna terkait retribusi itu sejak tahun 2018 kemarin sudah di Stop?.

Baca Juga:  Penyidik Polda Riau Turun Di Rantau Baru

Juru saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telefon selulernya Gunawan mengakui, kalau setiap tahun dirinya memang melakukan penarikan retribusi itu pada semua masyarakat pemanfaat lahan.

Gunawan juga menjelaskan bahwa, uang hasil dari pungutan itu sebagian ia serahkan ke “Agung Wicaksono” Pengamat wilayah SDA Balung.

Mendapati informasi dari Gunawan juru demikian, awak media lalu mengkonfirmasi pengamat SDA Wilayah Balung Agung Wicaksono mengatakan, “Gini mas, tanah Sempadan itu ada 2,
1. Tanah yang berretribusi itu mulai tahun 2019 tidak ditarik karena jadi kewenamgan provinsi.
2. Tanah non retribusi yg tanah tersebut aturannya sejak dulu itu untuk biaya operasianal pak juru dan pengamat. Sekarang terserah jenengan, kalau saya sudah sesuai prosedur dan tusi dalam bekerja, Yo wes terserah sampean mas sudah sampean lapor ke pak Rahman yo gak popo.” Cating balasan whatsapp Agung Wicaksono ke media.

Padahal catatan di kwitansi temuan awak media tertulis. Sudah terima dari P. Turan/Sus Jumlah Rp. 450.000. Jember tgl. 30 juli 2019. Yang menerima uang Gunawan. Melihat catatan bukti di kwitansi ini apakah omongan Agung Wicaksono bisa dipercaya.?

Baca Juga:  Lsm KPK-N Duga SK Mantri Tani Dinas Pertanian Aceh Tenggara Tidak Singkron

Ketika dugaan adanya pungutan liar (Pungli) ini media konfirmasikan langsung ke Plt. Kepala Dinas PU. BMSDA Jember.

Melalui WhatsApp Rahman Anda menjawab, bahwa dirinya akan menkonfirmasi pengamatnya.

“Ya terima kasih informasinya. Oh iya kan sudah ada perdanya yang baru sekarang,” kata Rahman melalui jawaban WhatsApp 4 Juni 2021.

Namun hingga berita ini ditayangkan, tidak ada kabar informasi dari Plt. Kepala Dinas PU. BMSDA Jember “Rahman Anda” pada media. (Ltf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.