Aceh Tenggara, Radar-x.net – Sebagai upaya peningkatan pemenuhan hak anak tingkat kabupaten, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara menggelar sosialisasi parenting dengan mengusung tema “Pola Asuh Anak Dalam Hal Pemenuhan Hak Anak” di Aula MAN Kutacane, Jum’at (20/10/2023).
Acara sosialisasi tersebut dihadiri peserta dari para Ibu Kecamatan dan Ibu Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ibu Lintas Sektor OPD dan Penyuluh KB yang berjumlah sekitar 100 peserta. Sebagai narasumber Nasrizulhaidi, S.Psi., M.Psi., dari Psikolog, Marliani Selian, M.Pd dan Ust. Zarkasyi SEI, kegiatan tersebut di buka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Tenggara ibu Yulia Syakir.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara, Budi Afrizal menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan berkat keprihatinan terhadap kualitas pola asuh orang tua dalam hal pemenuhan hak anak.
Dimana peran orang tua yang utama untuk anak-anak dalam pendidikan yang harus melibatkan peran keluarga, karena sangat wajar jika pembinaan pendidikan itu, kita mulai dari rumah dan lingkungan terdekat dari anak yang dibesarkan dengan limpahan cinta dan kasih sayang tulus dari para orang tua.


Dikarenakan keluarga merupakan ajang pertama, dimana sifat-sifat kepribadian anak tumbuh dan terbentuk dengan cepat. Seorang anak akan menjadi warga masyarakat yang baik atau tidak, sangat bergantung pada sifat-sifat yang tumbuh dalam kehidupan keluarga dimana anak dibesarkan. sebut Budi
Budi menyampaikan, di kemudian hari, kehidupan anak tersebut juga mempengaruhi masyarakat sekitarnya sehingga pendidikan keluarga itu merupakan dasar terpenting untuk kehidupan anak sebelum masuk sekolah dan terjun pada masyarakat.
Budi juga mengatakan, menurut penelitian terkait dengan ketidak mampuan pengasuhan orang tua terhadap anak telah membuktikan bahwa permasalahan perilaku anti sosial anak, seperti bullying, keterlibatan dengan penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan lain-lain, terjadi karena kelemahan pengasuhan orang tua.
Karena orang tua yang cenderung permisif (serba boleh) dan mengabaikan atau menolak keberadaan anak, berdampak besar terhadap perkembangan anak tersebut.
Adanya perubahan gaya hidup di sekitar anak, terkait dengan adanya globalisasi dan penggunaan teknologi informasi di seputar anak, juga membuat tantangan dalam mengasuh anak menjadi semakin kompleks. kata Budi


Lanjut Budi, mengingat hal tersebut maka pengasuhan orang tua adalah hal yang perlu dipelajari secara terus menerus oleh tiap keluarga, agar tanggap dan responsif pada setiap tahap perkembangan yang dialami oleh anak. Proses pendidikan pada anak akan berhasil bila keseluruhan ekosistem di sekeliling anak bergerak selaras dan saling mendukung bagi tumbuh kembang anak yang sehat.
Karenanya praktik-praktik, baik pelibatan orang tua dalam pendidikan anak di sekolah, ataupun peningkatan kemampuan orang dalam pendidikan dan pengasuhan di keluarga (parenting), yang dijalankan di tingkat sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan dukungan untuk tumbuh kembang anak pada masa pubertas dan remaja, ini sangat penting bagi perkembangan dan kesiapan anak memasuki dunia dewasa. Hal ini mengingat remaja mulai mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri. ujar Budi
Budi berharap semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dan melahirkan rumusan-rumusan yang dapat membawa kemajuan dan perbaikan terhadap pola asuh anak dalam hal pemenuhan hak anak di bidang pendidikan di indonesia khususnya Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang cerdas, adil, makmur dan sejahtera akan dapat tercapai. (RH).














