Diduga Telah Menghilangkan BB, Oknum Polisi Terancam Dilaporkan Ke Propam

0
13

SAMPANG, RADAR-X.net – Seorang oknum polisi di Sampang Madura terancam akan dilaporkan ke Propam Jawa Timur oleh kuasa hukum terdakwa karena diduga telah menghilangkan Barang Bukti (BB).

Pasalnya, Barang Bukti (BB) tersebut, dari kasus tindak pidana Narkoba yang menjerat Sugeng dan Saiful yang kasusnya sampai saat ini masih ditangani pengadilan negeri Sampang.

Sidang lanjutan dari kasus narkoba yang menjerat kedua pelaku itu kembali di gelar di Pengadilan Negri Sampang, dengan agenda pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa, namun kasusnya dinilai sangat menarik karena memasuki babak baru.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Aziz kuasa hukum terdakwa. Jum’at (25/06/2021).

Selanjutnya, kuasa hukum dari kedua terdakwa mendatangkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan di persidangan yang digelar pada Kamis 24 Juni 2021, dan kuasa hukumnya kembali mendatangkan saksi yang bernama Sukandar untuk memberi persaksian agar dapat meringankan kepada kedua terdakwa.

Abdul Azis SH, kuasa hukum terdakwa kepada awak media radar-x mengatakan, bahwa ada hal yang menarik yang disampaikan oleh para saksi dipersidangan lanjutan itu.

Baca Juga:  Polres Bondowoso dan Jajarannya, Gelar Giat Latihan Menembak

“Kami datangkan kembali para saksi persidangan kemarin, mereka adalah istri dari terdakwa dan Sukandar yang masih keluarga salah satu terdakwa.” Ucap Azis

“Para saksi menerangkan terkait proses penggeledahan rumah dan penyitaan barang bukti yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dimana dalam hal ini pihak kepolisian telah melanggar Pasal 33, Pasal 34 dan pasal 38 KUHAP,” Lanjut Azis

Lebih jauh, Abdul Azis kuasa hukum terdakwa membeberkan bahwa akan melaporkan hal ini pada Propam.

“Iya mas, masalah ini akan kita laporkan kepada Propam, biar Propam tau kalo ada oknum kepolisian yang telah berbuat sewenang-wenang, biar nanti propam yang memprosesnya.” Ungkap Azis.

“Kami hanya melaporkan saja dan mengawal laporan ini, karena kami mau menggugat di praperadilan sudah terlambat, andai kita tau kasus ini dari awal, kami praperadilan mereka, dan kami baru tau kasus ini setelah jauh proses pemeriksaan persidangan sedang berjalan, jadi kami hanya yang bisa melaporkan, biar propam yang akan memproses,” Imbuhnya

Abdul Aziz menambahkan, bahwa semua itu ada mekanismenya dan tata caranya mas..!, akibatnya seperti ini sehingga keluarga terdakwa merasa dirugikan dengan adanya penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  LSM KPK Di Undang DPD/MPR-RI Terkait Status Tanah Warga Tambak Asri

“Sehingga sejumlah barang berharga seperti permata, emas, cincin batu akik, dan uang sebesar 68 juta raib,” tambah Aziz.

Secara terpisah, kepada media para saksi mengungkapkan, bahwa pada suatu saat pemilik rumah (istri terdakwa Sugeng) meminta tolong kepada Sukandar untuk menghubungi pihak kepolisian terkait dengan barang-barang yang hilang, namun pihak Kepolisian hanya memberikan perhiasan yang berupa emas dan handphone saja, tetapi tidak dengan permata dan uang sebesar Rp. 68 juta.

Penting diketahui, bahwa dalam kesaksiannya Sukandar mengatakan bahwa pihak kepolisian menyuruh Sukandar tidak mengurus uang tersebut.

“Saya kan disuruh mengurus barang-barang yang dibawa tanpa sepengetahuan pemilik tersebut tapi saat ditanya masalah uang oknum polisi itu mengatakan gak usah menanyakan uang, kalau masih mau tanya uang nanti masalahnya tambah berat,” ungkap Sukandar meniru perkataan polisi

Sementara Kapolsek Sokobanah, AKP Engkos Sarkosi membantah dengan semua tuduhan itu, ia mengatakan bahwa dalam penggeledahan tersebut tidak menyita uang.

“Kami tidak mengambil uang mas,,, kami hanya mengamankan perhiasan emas, dan itu sudah kita kembalikan, karena takut setelah pengeledahan ada orang lain yang masuk sehingga menimbulkan fitnah, dan memang betul saat menggelar penggeledahan di sana tidak ada orang sama sekali,” tutur Kapolsek Sokobanah.

Baca Juga:  Pemuda Sumber Kokap Bawa Kabur Dan Setubuhi Gadis Di Bawah Umur

Orang nomor satu di Polsek Sokobanah itu kepada media radar x mengatakan. “Silahkan laporkan, Kami bekerja sesuai peraturan.” Lanjutnya

“Ini merupakan salah satu fitnah pada kepolisian, kalau mereka masih ngotot maka Kami akan laporkan balik, atas pencemaran institusi polisi.” Pungkas Kapolsek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.