Bondowoso, Radar-X.net – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turun langsung meninjau dampak banjir di Desa Wonoboyo dan sekitarnya, (13/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan darurat, terutama pada infrastruktur yang rusak parah seperti jembatan dan aliran sungai.
“Terima kasih kepada masyarakat Desa Wonoboyo. Tadi kita melihat langsung beberapa jembatan di jalan desa yang kondisinya memprihatinkan. Untuk sementara, kita akan lakukan penanganan darurat dengan pemasangan bronjong agar tidak semakin parah,” ujar Bupati.
Ia mengakui, keterbatasan anggaran akibat efisiensi menjadi tantangan dalam percepatan perbaikan. Namun demikian, Pemkab Bondowoso akan mengupayakan berbagai sumber pendanaan, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT), APBD, hingga bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat (APBN).
Selain infrastruktur, Bupati juga menyoroti rumah warga terdampak banjir. Ia menyebut, pada 2019 lalu sekitar 100 unit rumah telah dibangun untuk korban banjir, dan ke depan penanganan serupa akan kembali dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya langkah preventif dalam penanggulangan bencana.
Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait untuk segera membangun sistem penanganan bencana yang terintegrasi, mulai dari mitigasi hingga penanganan pascabencana.
“Wonoboyo ini termasuk wilayah langganan banjir. Maka saya minta BPBD dan dinas terkait mulai memitigasi secara serius dan terintegrasi, meski dalam keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya empat titik kerusakan akibat banjir yang menjadi prioritas penanganan.
“Fokus kami saat ini pada empat titik, termasuk jembatan yang hampir putus dan aliran sungai di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Situbondo, seperti Sungai Gunung Putri. Penanganan sementara dilakukan dengan bronjong agar air tidak langsung masuk ke rumah warga,” jelas Ansori.
Ia menambahkan, sejumlah jembatan saat ini masih menggunakan konstruksi sementara dan akan diperbaiki secara bertahap melalui perubahan APBD.
Untuk tahap awal, anggaran sekitar Rp500 juta telah dialokasikan guna penanganan darurat, terutama pembangunan bronjong dan penguatan struktur jembatan.
“Kita geser anggaran untuk penanganan awal sekitar Rp500 juta. Ini difokuskan untuk penguatan jembatan dan pengamanan aliran sungai di beberapa titik rawan,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap, dengan langkah cepat dan kolaborasi lintas sektor, dampak banjir dapat diminimalisir dan keselamatan warga lebih terjamin di masa mendatang.














