Bupati Batu Bara Resmi Membuka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten

0
25

BATU BARA, RADAR-X.net – Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, MAP membuka secara resmi acara kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten di aula Singapore Land, Kecamatan Sei Balai Jum’at (27/08/2021).

Hadir, Plt Kepala Bappeda Batu Bara Mukhlis Syahputra S.HI. MAP, Kakan Kemenag H Ahmad Sofyan S. Ag, MAg, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Abdul Fuad Helmi, SKM. M. Kes, Para Peserta Rembuk Stunting.

Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, MAP diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Rusian Herry S. Sos dalam sambutannya menyampaikan,” Bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi investasi utama untuk mewujudkan bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi,” Ungkapnya

Lanjut Rusian Herry,” Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari sumber daya manusia. Dimana status gizi dan kesehatan termasuk indikator sumber daya manusia unggul di suatu negara. oleh karena itu pemenuhan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan sangat diperlukan.“Kata Rusian

Rusian Herry juga mengatakan,” Pada saat ini permasalahan gizi stunting (gagal tumbuh) menjadi isu utama yang wajib untuk segera dilakukan penanganan dengan melibatkan seluruh sumber daya yang ada, karena penyebab dari stunting tidak hanya rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga bayi umur dua tahun. tetapi juga, buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab stunting.”Jelasnya

Baca Juga:  Darwis Kesal, Minta Bupati Batu Bara Pindahkan Semua Pedagang Ke Pasar Inpres

“Kabupaten Batu Bara telah ditetapkan sebagai Kabupaten Lokus dalam penurunan masalah gizi stunting di Provinsi Sumatera Utara tahun 2021.” Kata Rusian Herry

Bupati Zahir, mengatakan,“ Ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Batu Bara dengan harapan semua komponen dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah daerah dalam merencanakan, mengimplementasi, memantau dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak.”

“Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) SDG’s 2030”, Kata Zahir , Jelas Rusian Herry . (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.