

BONDOWOSO, radar-x.net -Dibangunnya jembatan Ki Ronggo, tidak hanya mempermudah akses transportasi kecamatan Tegalampel dan sekitarnya, menunju kota Bondowoso. Tapi, kalau terus dikembangkan, juga akan jadi potensi wisata yang sangat strategis.
Hal itu, disampaikan oleh bupati Bondowoso Drs H. Amin Said Husni, saat sambutan dan memberikan arahan dalam acara peresmian pasar induk Bondowoso dan jembatan Ki Ronggo, di depan pasar induk, Jalan Teuku Umar, Senin (6/8/2018).
” Saya berharap jembatan Ki Ronggo ini dikembangkan lebih lanjut menjadi kawasan wisata. Yang paling mungkin untuk pengembangannya adalah wisata kuliner,” kata bupati dua periode itu.
Menurutnya, bahwa banyak wisatawan yang datang ke Bondowoso, tidak mempunyai tujuan yang pasti, dalam hal wisata kuliner.


Padahal, lanjut Amin, menu utama para wisatawan yang datang ke daerah. Selain, berswafoto untuk diunggah ke media sosial, mereka juga butuh wisata kuliner, khas daerah yang mereka kunjungi. Di samping itu, dari segi landscape, jembatan ini diciptakan sedemikian rupa menjadi kawasan wisata jembatan Ki ronggo. Dengan design yang sekalipun dengan anggaran pas-pasan diupayakan untuk mengesankan jembatan yang estetik dan memiliki daya tarik tersendiri.
“ Masyarakat awam mungkin menyebutnya sebagai Suramadunya Bondowoso,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Bupati kelahiran Pamekasan itu menitipkan jembatan Ki Ronggo pada Bupati selanjutnya untuk kemudian dikembangkan menjadi Kawasan wisata kuliner.
“ Banyak wisatawan yang datang ke Bondowoso ini, tidak punya jujukan padahal salah satu menu wajib wisatawan itu selain selfie, yang kedua itu adalah kuliner,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Karna Suswandi, dalam laporannya menerangkan, bahwa pembangunan jembatan Ki Ronggo dilakukan dalam beberapa tahap, yakni tahap pertama tahun 2016 senilai Rp 9,2 milliar, dan pembangunan pendukung jembatan Ki Ronggo senilai Rp 188 juta. Kemudian, tahap ke dua, pada tahun 2017 senilai Rp 3,9 milliar. Sehingga total pembangunan fisik jembatan Ki Ronggo senilai Rp 13,354 milliar.
“ Salain pembiayaan pembangunan Ki Ronggo, yang berasal dari anggaran pemerintah. Di jembatan Ki Ronggo juga dilakukan pengaspalan yang pembiayaanya dari kegiatan Trial AMP atau pengujian mutu penyediaan lapisan aspal,” pungkas Karna. (Nur)














