Bantahan Tentang “Mark Up” Harga Baliho Di Aceh Utara

- Penulis Berita

Rabu, 6 Desember 2017 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantahan Tentang "Mark Up" Harga Baliho Di Aceh Utara



SEUNUDDON, radar-x.net – Para Geuchik di Kabupaten Aceh Utara khususnya Kecamatan Seunuddon, dikejutkan takkala membaca sebuah media online yang memberitakan bahwa kepala desa di Aceh Utara “mark up” harga spanduk.

Kamaruddin Ahmad, selaku Geuchik Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, pada Rabu (6/11/17) menyatakan, pihaknya tidak terima dengan pemberitaan media online tersebut, karena menurut dia bagaimana bisa harga spanduk 100 ribu perbuah, sangat tidak masuk akal. Maka untuk itu Kamaruddin Ahmad meminta kepada media tersebut untuk menegur wartawan mereka jikalau tidak mau masalah ini berkepanjangan.

Awak media juga memantau salah satu percetakan ternama di Pantonlabu Nacara Studio, setelah berdialog dengan owner perusahaan tersebut betapa terkejutnya karena harga baliho atau papan informasi yang dipesan para geuchik di tiga Kecamatan di tempatnya berkisar Rp. 700.000,- sampai dengan Rp.1.200.000,-.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kamarudin menjelaskan, bahwa hal itu belum termasuk kaki baliho, dan kebanyakan para geuchik memesan tanpa kaki baliho tersebut. Awak media bertanya kepada pemilik perusahaan tersebut ukuran dengan harga yang selama ini menjadi pemberitaannya di media online untuk ukuran 240cm x 120cm Rp. 700.000,- 2×3 meter Rp. 1.000.000,- dan untuk ukuran 3×4 meter dengan harga Rp. 1.200.000,-.

Baca Juga:  PD Pontren Kemenag Bondowoso Tegaskan BOP Tak Boleh Ada Potongan

“Jadi yang diberitakan oleh media online tersebut sungguh tidak masuk akal, bayangkan saja baliho atau papan informasi yang sudah dipasang bingkai dan triplek dengan harga Rp. 100.000,-,” tandas Kamaruddin.

Saat awak media mengonfirmasikan Camat setempat mengenai harga baliho tersebut, pak camat hanya bisa tersenyum.

Hal senada juga dikatakan oleh Camat, “gak mungkinlah harga baliho yang sudah terpasang bingkai kayu dan triplek harganya Rp. 100.000,-, kalaupun ada saya juga mau pesan baliho untuk kantor saya,” kata Camat seunuddon Fatwa Maulana sambil tersenyum.

Kamaruddin Ahmad sangat berharap kepada seluruh geuchik yang ada di kabupaten Aceh utara agar hendaknya jangan mudah terpancing dengan isu-isu semacam itu.

Ia juga menghimbau kepada seluruh geuchik di Kabupaten Aceh utara agar jangan segan-segan untuk membantah atas berita yang tidak benar kepada para pemimpin desa.

“Bila perlu laporkan saja ke aparat penegak Hukum, kepolisian tentang pemberitaan media nya yang tidak benar tersebut.” Tegasnya.

Sementara, saat awak media mengonfirmasikan ketua forum geuchik kecamatan Seunuddon, Ia juga membenarkan atas pemberitaan tersebut, dan tanggapan ketua forum geuchik tersebut sangat tidak etis kalau harga baliho atau papan informasi APBG seharga Rp. 100.000,-. Ia sangat menyesali atas pemberitaan di sosmed oleh sebuah media online, bagaimana tidak sebelum pembuatan papan informasi sang awak media tersebut datang untuk menyuruh buat papan informasi, setelah papan informasi terpasang masih saja ada masalah.

Baca Juga:  Menhub Tinjau Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung

“Heran saya, maunya apa sich…. oknum tersebut.” Tandasnya (Anto)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
Hari Terakhir Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Batu Bara Berjalan Lancar
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Pelayanan Dukcapil Mlayu, Hadir Di Acara Program Gerakan Pasar Murah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru