Daerah

Akibat Dugaan Persengkokolan Oknum CV dan Oknum Konsultan Pengawas, Begini Kondisi Pengerjaan Proyek di Glenmore

×

Akibat Dugaan Persengkokolan Oknum CV dan Oknum Konsultan Pengawas, Begini Kondisi Pengerjaan Proyek di Glenmore

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, RADAR_X.net – Viral Nya pemberitaan terkait realisasinya Pembangunan Saluran Avour yang terletak di Dusun Gunungsari desa Sumber Gondo Kecamatan Glenmore kabupaten Banyuwangi diduga tidak hanya jauh dari spesifikasi namun juga menuai pelanggaran. Senin (15/7/2024).

Pembangunan Avour tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah “APBD” tahun 2024.

Pelaksana pembangunan tersebut adalah CV Trisna Jaya Banyuwangi, untuk Konsultan Pengawas Proyek tidak tercantum dalam Papan Nama terkesan disembunyikan.

Proyek itu diduga menuai pelanggaran pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi lantaran saat awak media di lokasi pengerjaan, pertama terpantau Molen milik CV menggunakan Solar Subsidi yang disalin dari Jerigen, tentunya perilaku perusahaan tersebut melanggar tentang UU migas yang mana menegaskan setiap perusahaan menggunakan BBM solar Subsidi.

Sekedar informasi, dalam sesi wawancara publik pihak kementerian pernah menyampaikan “Kami telah meminta masing-masing direktorat di lingkungan Kemenperin untuk mengimbau kepada seluruh sektor binaannya agar tidak menggunakan BBM bersubsidi. Kalau perusahaan industri masih menggunakan BBM bersubsidi, akan ada sanksi tegas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (11/4).

Nah ketika mengacu terhadap 6 poin yang dituangkan dalam situs resmi PT Pertamina Persero, konsumen yang berhak menggunakan biosolar B30 antara lain CV dalam pengerjaan proyek tidak termasuk didalamnya.

Kembali lagi terhadap kondisi pengerjaan pembangunan Avour, Rehabilitasi tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi lantaran menurut HR petani yang merasa geram dengan proses pengerjaan menyampaikan.

“Proyek tersebut tidak mengunakan material batu sebagai dasar, akan tetapi mengunakan gelaran cor (campuran coral dan semen) dengan ketebalan di antara 10-15 cm lantas terpasang rangkaian besi ikat mengunakan volume besi 1O dan 8 mm bukan uler,” Terang HRU

Namun hingga pemberitaan ini tayang pihak CV maupun konsultan pengawas belum dapat dikonfirmasi.

Diduga kuat pengerjaan berjalan tanpa kepengawasan.

Sebagai Informasi saja, konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk pemerintah (sebagai pemilik proyek) untuk mengawasi jalannya proyek yang dikerjakan kontraktor pemenang tender. Selain mengawasi proyek, konsultan pengawas juga bertugas untuk memberikan laporan kepada pemilik proyek, mengelola administrasi, hingga mengawasi semua material konstruksi yang dipakai oleh kontraktor agar sesuai spesifikasi yang disyaratkan.

Maka peran Konsultan Pengawas sangat penting dan diperlukan, namun sayangnya pekerjaan proyek diduga banyak yang asal alasan lantaran perilaku oknum CV dan oknum Konsultan Pengawas justru terjadi persengkokolan yang mengakibatkan pekerjaan tidak sesuai keinginan pemerintah.

Hal tersebut banyak terjadi dan ketika dituntut dimuka hukum menghasilkan vonis pengadilan. (MD-Mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page