Pertanian

Agribisnis UTM Bangkalan, Go Internasionalkan Desa di Madura

×

Agribisnis UTM Bangkalan, Go Internasionalkan Desa di Madura

Sebarkan artikel ini

foto : Istimewa

Bangkalan-Madura, Radar x. net – Pembangunan perdesaan mutlak dilakukan mengingat desa merupakan kawasan dominan dan menjadi kantong kemiskinan di Indonesia. Meski demikian pembangunan tak boleh dilakukan serampangan tanpa memperhatikan keberlanjutan (Sustainability).

Menyikapi kondisi tersebut Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (AGB-UTM) menggandeng Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Komisariat Daerah Bangkalan (Perhepi Komda Bangkalan) menggelar sebuah event internasional.

Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Dafam Surabaya, pada Rabu, 09/11/2023, bertajuk International Conference on Sustainable Agribusiness, Community, Economic and Rural Agriculture (ICO SACERA).

Giat tersebut berupaya untuk menyadarkan bahwa sustainability dengan sinergi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan ternyata makin diperhitungkan dalam pengembangan berbagai sektor. Tak pelak, hal ini mengharuskan para akademisi responsif agar ikut serta dan berperan aktif.

Guna memberikan masukan yang mendalam dan komprehensif, maka  di undang lah Dr. Raquel M. Balanay dari Caraga State University Philippines, Associate Prof. Abdul Razak bin Salleh dari University College Bestari (UCB) Malaysia, dan Prof Bustanul Arifin dari Universitas Lampung sekaligus Ketua Umum Perhepi Pusat, serta Dr Ihsannudin dari AGB-UTM.

“Acara yang begitu spektakuler ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan dari luar negeri.”

Elys Fauziyah selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UTM, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat produktif sebagai ajang diskusi lintas ilmu dari berbagai kalangan.

“Universitas Trunojoyo dengan visi pembangunan lahan kering dan pesisir sangat berkepentingan dalam sustainabilitas kawasan” jelasnya.

Gayung bersambut, prolog Fauziyah didukung dengan masukan Dr. Raquel dari aspek pentingnya Sustainable Marketing dan Rural Development.

“Dalam perwujudannya konsep hand-in hand antara agribusiness and entrepreneurship harus diterapkan.”  timpal Prof Razak saat memberikan sambutannya.

Pemaparan tersebut menjadi pengejut bahwa pembangunan perdesaan di Madura tak boleh menafikan geliat wirausaha bidang agribisnis.

Lebih lanjut dalam perspektif nasional diungkapkan melalui structural transformation, produktivitas versus tantangan sustainability, serta policy strategies oleh Prof. Busnatul. Dan ternyata, Madura telah mampu menjawab tantangan tersebut dengan contoh pembangunan perdesaan dengan isu pelestarian kakatua di Pulau Masakambing. “Pelestarian kakatua di Pulau Masakambing terbukti menjadi isu penting tumbuhnya berbagai program pembangunan bagi masyarakat pedesaan” papar Ihsannudin.

Masukan yang disampaikan para pemateri selaras dengan poin-poin tujuan Sustainable Development Goals (SDG) yang telah diratifikasi Indonesia dalam menjalankan konsep pembangunan.

Sementara Setiani, selaku ketua penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan dan kompetensi berdasarkan isu pembangunan pertanian dan perkembangan SDGs.

“Dalam upaya mewujudkan hal ini, berbagai pihak siap memberikan dukungan pada Perhepi Komda Bangkalan.” Cetus Setiani

“Kerjasama intra dan antar lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri perlu dijaga guna kemajuan bersama, utamanya terkait sustainable development” tutup ketua Perhepi Komda Bangkalan, Andrie Kisroh Sunyigono

(Korwil Madura/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page