Bondowoso, Radar-X.net – Jangan anggap remeh lomba memancing. Di balik aksi lempar kail dan adu tarikan ikan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso mulai menyiapkan strategi menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lomba memancing antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digelar Disnakkan Bondowoso dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mengembangkan event memancing yang lebih besar dan melibatkan komunitas serta pihak ketiga.
Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan uji coba perdana sekaligus sarana membangun semangat dan kreativitas di lingkungan OPD.
“Ini baru pertama kali kita uji coba. Ke depan, mungkin komunitas mancing, stakeholder dan pihak ketiga bisa kita libatkan. Rencananya sekitar Oktober akan kita gagas bersama,” kata Hendri.
Menurutnya, event tersebut tidak berhenti pada kegiatan hiburan. Disnakkan ingin mengemasnya secara lebih profesional, termasuk melalui sistem pendaftaran online dan menggandeng pihak ketiga maupun sponsor.
Targetnya jelas, selain meningkatkan kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap PAD Bondowoso.
“Intinya meningkatkan PAD dan membuat kita semakin digital. Pendaftaran saja sudah kita lakukan secara online. Ke depan, kalau ada pihak ketiga yang ingin menggelar lomba, silakan. Yang penting berinvestasi di Bondowoso dan ikut meningkatkan PAD,” tegasnya.
Hendri menambahkan, peluang tersebut terbuka bagi siapa saja, baik komunitas maupun pihak ketiga dari Bondowoso maupun luar daerah. Yang terpenting, kegiatan yang digelar memberikan dampak positif bagi daerah.
Sementara itu, persaingan lomba memancing antar-OPD berlangsung sengit. Tiga peserta berhasil keluar sebagai pemenang dengan perolehan ikan terbesar.
Juara ketiga diraih peserta nomor lapak 40 dari Dinas Pendidikan, Sugiono, dengan ikan seberat 1,72 kilogram.
Juara kedua diraih peserta nomor 37 dari Diskoperindag, Buyung, dengan berat ikan 1,805 kilogram.
Sedangkan posisi Champion atau juara pertama berhasil direbut peserta nomor 25 dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ali Juanaidi, dengan tangkapan ikan seberat 2,450 kilogram.
Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa piagam dan trofi.
Bagi Disnakkan Bondowoso, lomba memancing ini menjadi lebih dari sekadar ajang adu keberuntungan.
Kegiatan tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun event kreatif yang mampu menarik komunitas, menggandeng investor, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan PAD.
Dari kail yang dilempar, Disnakkan ingin ada nilai ekonomi yang ikut ditarik untuk Bondowoso.














