Peternakan

Disnakkan Bondowoso Dorong Protein Hewani Aman, Cegah Stunting

×

Disnakkan Bondowoso Dorong Protein Hewani Aman, Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Disnakkan Bondowoso Dorong Protein Hewani Aman, Cegah Stunting
“Peningkatan Jaminan Keamanan Pangan Asal Hewan untuk Pemenuhan Protein Hewani Keluarga”

Bondowoso, Radar-X.net – Memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga bukan sekadar soal memilih daging, telur atau susu. Cara memilih, menangani, menyimpan hingga mengolah bahan pangan asal hewan juga menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang tersaji di meja makan benar-benar aman dan bergizi.

Pesan tersebut menjadi fokus Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso saat menggelar sosialisasi “Peningkatan Jaminan Keamanan Pangan Asal Hewan untuk Pemenuhan Protein Hewani Keluarga” kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disnakkan Bondowoso, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Disnakkan Bondowoso itu tidak hanya membahas kandungan gizi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi keluarga sehari-hari.

Kepala Disnakkan Bondowoso Hendri Widotono mengatakan, sosialisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, khususnya bagi para ibu, mengenai prinsip keamanan pangan asal hewan.

“Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai prinsip keamanan pangan asal hewan, termasuk pemilihan, penanganan dan penyimpanan bahan baku seperti daging ayam, telur ayam, daging sapi dan susu yang baik,” ujar Hendri.

Menurutnya, keamanan pangan tidak berhenti ketika bahan makanan dibeli. Proses setelahnya, mulai dari penyimpanan, pengolahan hingga penyajian, juga menentukan kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi keluarga.

Karena itu, penerapan keamanan pangan perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Hendri menegaskan, ibu-ibu memiliki posisi strategis dalam rantai pangan keluarga. Mereka menjadi salah satu pihak yang banyak menentukan bahan pangan yang dibeli sekaligus penyedia gizi bagi anggota keluarga.

“Peran ibu sangat penting dalam mengambil keputusan terkait rantai pangan dan penyediaan gizi keluarga. Mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan sampai penyajian di meja makan,” jelasnya.

Pemenuhan protein hewani yang aman dan berkualitas juga berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan keluarga serta mendukung pencegahan stunting.

Konsep yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah “safe from farm to table”, yakni memastikan keamanan pangan asal hewan sejak dari sumber atau peternakan hingga makanan tersaji dan dikonsumsi di meja makan.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperhatikan harga dan kualitas fisik bahan pangan saat berbelanja, tetapi juga memperhatikan bagaimana bahan tersebut ditangani dan diolah agar tetap aman dikonsumsi.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam keseharian sehingga kebutuhan protein hewani keluarga terpenuhi dengan aman, baik dan berkualitas,” pungkas Hendri.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Disnakkan Bondowoso memperkuat kesadaran keamanan pangan asal hewan dari lingkungan keluarga.

Sebab, makanan sehat bukan hanya tentang apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana makanan itu dipilih, disimpan dan diolah sebelum sampai ke meja makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page